Anak Pasien ‘Digrepe-grepe’ Oknum Dokter

by -

METROPOLITAN – Kasus dugaan pelecehan seksual dialami AU (19), warga Kampung Cukangaleuh, Desa Ciherangpondok, Kecamatan Caringin. Pelakunya diduga seorang dokter yang bertugas di RSUD Ciawi.

Kejadian ini berawal dari pengakuan korban dugaan pelecehan seksual berinisial AU. Dari informasi yang dihimpun, mulanya AU menginap di RSUD Ciawi selama tiga hari karena harus menemani ibunya, Ipah, yang tengah dirawat.

Tepat di hari ketiga, AU mulanya berniat pulang. Namun saat Kamis (10/5) sore, ia melihat ibunya masih ditangani seorang dokter berinsial SL.

Belum sempat pamit ke sang ibu, tiba-tiba sang dokter meminta AU agar disuntik stamina. Korban pun dibawa ke rumah dokter yang berada di belakang RSUD Ciawi.

“Oknum dokter berinisial SL aneh sekali, tiba-tiba ke saya meminta kedua tangan untuk disuntik. Saya bingung, kan bukan pasien kenapa harus disuntik. Terus saya dibawa ke rumah dokter di belakang RSUD Ciawi,” kata AU.

Akhirnya AU mengikuti arahan sang dokter diduga pelaku pelecehan seksual. Kedua tangan AU disuntik di ruangan Seruni. Seketika AU pun tidak sadarkan diri.

Selang 25 menit, AU akhirnya terbangun dan melihat sang dokter masih ada di sampingnya. Ia pun sempat linglung dan akhirnya meminta pamit kepada dokter untuk melihat orang tuanya yang masih di lantai bawah.

Namun keganjilan pun dirasakannya begitu sampai di rumah. Ia merasakan perih di bagian kemaluannya saat buang air kecil. Ia menduga telah mengalami pelecehan seksual oleh oknum dokter berinisial SL tersebut. “Pokoknya sakit, kemaluan saya perih. Belum pernah dirasakan sebelumnya. Juga seluruh badan sangat lemes,” paparnya.

Atas kejadian itu, ia pun melaporkannya pada pihak keluarga. Pihak keluarga korban bernama Dedi mengiginkan kejadian ini agar diproses hukum. Setelah ada hasil visum tentunya pihak keluarga akan langsung membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.

Dikonfirmasi terpisah, Humas RSUD Ciawi Heri mengaku sudah menerima adanya laporan itu dari banyak awak media. Hanya saja ia belum bisa memastikan terkait perbuatan yang dilakukan oknum dokter tersebut.

Kami masih menunggu laporan. Karena kan belum jelas hasil visumnya seperti apa. Apakah oknum perawat atau dokter. Kami juga menerima surat dari pihak berwajib,” tuturnya.

Ditanya soal sanksi, Heri pun menyerahkannya pada pimpinan RSUD Ciawi. “Ya itu nanti kewenangan pimpinan lah. Nanti kedua belah pihak akan dipertemukan dulu,” tandasnya.

(nto/c/feb/run)

3 thoughts on “Anak Pasien ‘Digrepe-grepe’ Oknum Dokter

  1. Bikin berita jangan cari sensasi
    Pastiin benar ceritanya. Bisanya kalian dituntut karna mencemarkan nama baik! Asal asalan beritanya murahan banget.
    Hati hati kena hukuman.

  2. yang tulis berita kok aneh. awal di bilang si pasien di bawa ke rumah dokter. abis tu di bilang di ruang seruni? jadi di suntik di mana?? intetview lagi lha yg baut berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *