News, Sport and Lifestyle

Asep Wahyu Protes Larangan KPI

METROPOLITAN – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melayangkan surat edaran No 68 Th 2018, berisi pelarangan terhadap setiap calon kepala daerah, melakukan kanpanye melalui seni drama, sinetron, film maupun seni peran lain di layar kaca. Pelarangan itu ditanggapi Wakil Ketua Tim Pemenangan pasangan Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi di pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Barat, Asep Wahyu Wijaya. Asep menyayangkan keluarnya surat edaran tersebut. Menurutnya surat edaran yang ditandatangani ketua KPI tersebut tidak memiliki dasar hukum.

Asep Wahyu mengaku, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Setelah mendapat pencerah dari KPU RI, dirinya merasa lega karena surat larangan itu ternyata tidak memiliki dasar hukum.

“Saya sudah berkomunikasi dengan KPU RI. Intinya adalah edaran yang dibuat KPI itu tidak memiliki dasar,” kata Asep Wahyu saat mendampingi Deddy Mizwar (Demiz) kampanye di Kecamatan Dramaga, belum lama ini.

Meski demikian, Asep Wahyu enggan menyimpulkan jika edaran itu sarat muatan politis. Dirinya hanya merasa aturan tersebut tendensius dan cenderung diarakan ke calon yang didukungnya. Selain itu, pihaknya akan mengambil langkah hukum seperti somasi terkait edaran tersebut.

“Kami berharap hal-hal serupa tidak lagi dilakukan jika memang tidak memiliki landasan hukum yang kuat,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat, Demiz dikabarkan akan mengisi sinetron religi yang sudah rutin ditayangkan setiap Ramadan.

(fin/dik/c/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *