Program Badra Ngawangkong yang digagas calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor nomor urut 3, Bima Arya – Dedie A Rachim selama ramadan, mendapat apresiasi warga Gang Roda RT 2/1, Kelurahan Sindang Barang, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Selasa (22/5). Warga yang menghadiri acara Badra Ngawangkong, selain menayakan program Badra, mereka juga menanyakan kelayakan tunjangan bagi guru honorer dan tindakan tegas terhadap pungli di sekolah.

Warga Sindang Barang, Siti menanyakan persoalan pendidikan, bagaimana pasangan Bima – Dedie menindak pungli-pungli yang terjadi di sekolah. “Selain program utama, saya mau tahu bagaimana Kang Bima dan Kang Dedie menindak pungli yang kerap terjadi di sekolah,” kata Siti saat ngawangkong

Sebelum menanggapi pertanyaan itu, Bima segera memperkenalkan pasangannya Dedie A Rachim yang sebelumnya bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 12 tahun. Menurut Bima, dengan dipilihnya pasangan Dedie A Rachim tentu bermaksud ingin memberantas korupsi yang ada di Kota Bogor.

Pungutan terjadi biasanya karena ada oknum di sekolah yang kongkalikong dengan komite sekolah. Bima menegaskan tidak boleh ada pungutan di sekolah yang memberatkan siswa. Akan tetapi jika sebelumnya ada kesepakatan antara pihak sekolah, komite sekolah dan orangtua pelajar, pungutan bisa dilakukan.

“Jadi pungli itu korupsi, caranya ya kita akan kontrol terus, kita awasi terus, jika ada nanti akan ditindak,” ucap Bima.

Selain Siti, pertanyaan mengenai kesenjangan guru honorer pun dilontarkan, Panda Kumala Haifa Nibal. Gadis remaja ini ingin mengetahui lebih dalam apa yang sudah dilakukan calon walikota serta yang belum dilakukan terkait guru honorer.

“Saya ingin bertanya mengenai guru honorer yang kinerjanya luar biasa, tetapi upah yang diterimannya tidak sebanding dengan kinerjanya. Nah bagaimana Kang Bima dan Kang Dedie menanggapi itu,” tanyanya.

Menanggapi hal itu, Bima menjelaskan, memang profesi guru ada yang sudah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan ada yang belum (honorer). Namun persoalannya yang mengangkat guru honorer menjadi PNS itu kewenangannya berada di pemerintah pusat.

“Saya hanya mengusulkan. Misalkan, guru honorer di Kota Bogor ada sekian, tolong diangkat Pak Menteri. Jadi posisi kita hanya mengusulkan. Lalu, yang bisa kami lakukan sebagai pemerintah ialah menaikan tunjangannya sehingga bisa sesuai dengan upah minimum. Sejak tahun lalu, kami sudah naikan upahnya,” bebernya.

Acara Badra Ngawangkong dihadiri ratusan warga. Kegiatan itu diselenggarakan setelah pasangan Bima – Dedie selesai menunaikan ibadah shalat tarawih bersama warga.

(ads/dik/e/run)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here