Di Era Bima-Usmar, Aset Bogor Disertifikasi

by -7 views

METROPOLITAN – Disela acara debat pilkada Bogor yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor, di studio Metro TV, Jakarta, Sabtu (5/5) kemarin. Calon Walikota Bogor nomor urut 3, Bima Arya Sugiarto, sedikit mengupas capaian selama menjabat sebagai Walikota Bogor. Pada kesempatan itu Bima menegaskan keberhasilannya untuk pertama kali Kota Bogor dapat meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada 2017, atas laporan keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2016. Salah satu fariabel sehingga meraih penghargaan adalah menormalisasi aset-aset daerah.

“Baru di zaman saya, Balaikota serta GOR bisa disertifikasi,” kata Bima.

Capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras Bima Arya bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot dalam mereformasi birokrasi. Hal ini mengingat opini WTP diberikan BPK kepada Pemkot Bogor, setelah melakukan penilaian terhadap Sistem Pengendalian Intern (SPI) dan Kepatuhan terhadap perundang-undangan.

Bima beranggapan bahwa raihan Kota Bogor menyandang predikat WTP dari BPK lantaran dirinya telah menormalisasi aset-aset Pemkot yang belum terdata sebelumnya. Kedepan ia akan terus memaksimalkan pendataan aset-aset yang belum terdata. Ia berkomitmen untuk menindaklanjuti catatan yang diberikan BPK terkait penataan aset daerah. “Alhamdulillah kota Bogor mengukir sejarah. Untuk pertama kalinya Kota Bogor mendapat predikat WTP dari BPK RI. Predikat WTP ini bukan hasil akhir. Ini satu langkah maju dalam perjuangan menuju pemerintahan yang bersih dan birokrasi yang melayani masayrakat,” ujar Bima .

Calon Walikota yang berpasangan dengan Dedie A. Rachim berterima kasih atas kerja keras semua dinas di lingkungan Pemkot Bogor, mengingat predikat tersebut didapat melalui proses yang tidak mudah. “Karena selama setahun kita harus memperbaiki penataan aset yg rumit dan laporan keluangan yang kompleks. Tapi dengan kerja keras dan kerja sama, ini bisa dilakukan,”katanya.

Informasi yang dihimpun, pada awal 2018, Pemkot Bogor menerima 20 bidang tanah yang telah disertifikasi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). sertifikat tersebut terdiri dari fasum fasos taman, jalan dan sekolah serta tanah pasar yang berada di jambu dua dengan luasan tanah mulai dari 735 m2 hingga 14.520 m2.

(ads/dik/e/run)