Dicurhati Soal Susah Sinyal Hingga Nasib Guru Honorer

by -5 views

Calon bupati Bogor nomor unrut tiga Jaro Ade terus berkeliling wilayah Kabupaten Bogor untuk menemui warga secara langsung. Beberapa hari lalu, lelaki yang berpasangan dengan Ingrid Kansil ini berkesempatan bertemu warga di Kecamatan Leuwiliang. Di sana, Jaro Ade mendengarkan keluhan warga mulai dari soal susahnya sinyal hingga nasib guru honorer yang masih belum jelas.

Kedatangan Jaro Ade di Kampung Angsana, Desa Cibeber Dua, Kecamatan Leuwiliang disambut antusias warga. Momen ini langsung dimanfaatkan warga untuk berkumpul dan mengadu secara langsung ke mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini.

“Pak Jaro Ade, walaupun di sini masuk dataran tinggi, tapi kondisi sinyal telekomunikasi susah. Kami juga minta bantuan untuk para petani,” kata salah seorang warga, Wati memulai dialog.

Tak berhenti sampai di situ, Wati juga mengeluhkan soal masalah pengangguran. Dirinya ingin para guru honorer di kampungnya lebih diperhatikan. Sebab, Wati merasa tugas guru honorer kadang lebih berat dari guru yang sudah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Kami berharap dengan kedatangan Jaro Ade ini menjadi angin segar bagi warga dan bisa ditindaklanjuti persoalan ini,” harapnya.

Sementara itu, calon bupati Bogor Jaro Ade mengatakan, keluhan warga yang disampaikan sudah terangkum dalam program tujuh pilar yang diusungnya. Untuk itu, lelaki yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor ini memohon restu dan meminta dukungan agar dirinya terpilih menjadi bupati Bogor dan bisa mengatasi permasalahan yang dialami masyarakat.

“Semua keluh-kesah masyarakat itu ada di program tujuh pilar, dan itu baru bisa terlaksana jika saya memimpin Kabupaten Bogor ke depan. Untuk itu saya mohon dukungannya,” kata Jaro Ade.

Selain itu, Jaro Ade mengaku akan melakukan komunikasi ke anggota DPRD Kabupaten Bogor dari partai koalisi pengusungnya. Langkah ini dilakukan agar ada penanganan cepat terkait persoalan yang dialami warga.

“Insya Allah semua akan diupaiakan untuk kebaikan masyarakat,” pungkasnya.

(fin/dik/c/run)