METROPOLITAN – Keberadaan situ seluas enam hektare di pusat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menjadi tempat yang aman bagi warga untuk buang sampah. Sampah yang berserakan di situ didominasi sampah rumahan. Selain di situ, sampah tersebut berserakan di Jalan Raya Tegar Beriman.

Kepala Seksi Perencanaan Irigasi dan Sumber Daya Air pada Dinas Perumahan dan Permukiman Rakyat (PUPR) Kabupaten Bogor Sugismanto mengatakan, situ tersebut rencananya menjadi satu rangkaian dengan taman sebelahnya. Sehingga harus dibersihkan. Menurut dia, kementerian PU juga akan menggelontorkan anggaran untuk membersihkannya. “Kami lagi nunggu kepastian dari kementerian dulu, kalau belum ada kelanjutan. ya kita mau bersihkan,” ujar Sugismanto.

Ia menjelaskanya, paling cepat situ akan dikeruk setelah Lebaran. Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor Atis Tardiana enggan berkomentar saat ditanyai banyaknya sampah yang berserakan di Jalan Tegar Beriman.

Sebelumnya, situ yang dibuat saat era Bupati Bogor pertama ini yakni, Ipik Gandamana di Cibinong tepat dipusat pemerintahan Kabupaten Bogor hingga kini kondisinya makin memperhatinkan. Terlebih, situ yang tepat berada dibelakang gedung wakil rakyat itu menyimpan sepenggal kisah mistik. Bahkan, warga sekitar yang berada di Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, memiliki cerita tersendiri tentang situ yang kini keberadaannya mulai dipenuhi sampah plastik, hingga mengalami pendangkalan. Bau amis hingga busuk dari sampah yang berada di area situ seluas enam hektare itu terkadang membuat beberapa pengunjung DPRD Kabupaten Bogor harus menutup hidungnya. Apalagi, beberapa popok bekas pakai semakin menambah kekumuhan situ dipusat kota itu. Air yang berwarna hitam pekat kiat membuat siapapun yang melihatnya merasa jijik.

Supandi (40) warga sekitar yang setiap hari mancing menceritakan, situ ini dulunya merupakan lumbung padi. Dan, waktu dibuat dizaman bupati Bogor pertama, terjadi beberapa keanehan. Salah satunya, ada beberapa pekerja yang meninggal, hingga munculnya ikan siluman sebesar batang pohon kelapa. “Saya pernah lihat ikan yang menyerupai pohon kelapa, dan itu sempat membuat kami lari tunggang langgang meninggalkan situ,” kata Supandi saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Senada, Staf Sekretariat DPRD Kabupaten Bogor Jimad Supriadi menuturkan, situ ini awalnya merupakan balong dan dipugar ketikan zaman Belanda. Kemudian, saat zaman bupati pertama diperluas hingga ke Kelurahan Tengah. Dan saat ini, situ itu akan kembali dipugar oleh pemerintah pusat. “Infonya yang saya dapat katanya mau dikeruk, tapi hingga kini belum ada kabar lagi. Dulu situ ini juga pernah dirawat, namun cepet kumuh lagi,” ujar Jimad.

(mul/a/els)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here