Aku pun akhirnya menanyakan ke suamiku bagaimana nasib rumah tangga kita, dia bilang akan tetap mempertahankan rumah tangga kita. Dan berjanji tidak akan berhubungan dengan Tri.

Tapi ternyata dia tidak jujur. Karena aku memergoki sendiri mereka ngobrol di telepon. Bahkan suamiku berharap mereka bisa menikah secara sah. Astaghfirullah.

Aku tanyakan ke suamiku apa maunya. Aku tanyakan apa mau poligami? Dia jawab tidak. Aku tanyakan lagi apa maunya? Dia hanya bilang ingin tetap denganku. Aku sudah tidak tahu lagi apa bisa percaya lagi padanya.

Tapi sudah dua bulan berjalan setelah peristiwa itu dan saat ini kita tidak banyak bicara. Kita lebih banyak diam dan sibuk dengan kegiatan kita masing-masing. Entah sampai kapan ini akan berlangsung. Semuanya kupasrahkan ke Allah swt. Hanya Dia harapanku satu-satunya.

Kadang kutanyakan pada suamiku apa masih berhubungan dengan Tri. Dia menjawab tidak. Tapi aku juga tidak tahu apa itu jawaban jujur. Aku hanya bisa berdoa dan memohon pada Allah SWT agar diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian ini. Dan aku yakin Allah tidak akan menguji lebih dari kemampuan umatnya. Dan semoga pada akhirnya ujian ini hasilnya terbaik untuk semuanya.

Untuk suamiku, semoga Allah memberikan hidayah dan kamu benar-benar membuktikan janjimu ke istrimu. Untuk Tri, semoga Allah memberikan hidayah sehingga kamu sadar yang kamu lakukan itu adalah dosa. Secara tidak sadar perbuatan kalian telah merusak banyak keluarga. Terutama kalian telah menyakiti ibu kalian. Yang harusnya kalian bahagiakan justru malah kalian sakiti. Semoga kalian sadar.

Sumber:ceritacurhat.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here