Link Banner

Aku sudah merasa ada akan ada hal yang buruk. Dan ternyata memang benar. Aku ditunjukkan bukti-bukti bahwa suamiku dan Tri memang ada hubungan. Bahkan mereka sudah berbuat zina. Rasanya hancur semua, aku lemas dan hanya bisa menangis.

Aku merasa seperti wanita yang amat sangat bodoh sampai bisa dibohongi orang-orang yang kusayangi. Semua yang telah kuberi dan kulakukan untuk mereka dibalas dengan perselingkuhan.

Saat itu aku menelpon suamiku menanyakan dia dimana. Dia menjawab sedang membeli kado untuk keponakanku. Dan ternyata mereka berdua pergi bersama untuk membeli kado.

Gak kebayang bagaimana sakitnya perasaanku saat itu. Aku mencoba bersabar menunggu mereka datang. Dan ternyata mereka datang tidak bersama, hanya beda beberapa menit saja. Karena tidak kuat lagi menanggung sakit aku berteriak ke suamiku dan Tri. Suamiku hanya diam, Tri berulangkali minta maaf padaku. Rasanya ingin kutampar dan kujambak tapi tidak bisa. Aku hanya bisa memandang mata suamiku.

Setelah dua hari kami tidak bicara. Akhirnya suamiku menyampaikan maaf kepadaku dan alasan kenapa sampai terjadi perselingkuhan itu. Dia menyalahkan aku karena aku tidak mematuhi keinginannya untuk tidak bekerja. Dan dia ingin mempunyai momongan. Aku tambah marah karena dia beralasan itu semua terjadi karena kesalahanku.

Sungguh egois sekali. Yang tidak bisa aku terima kenapa harus dengan adik sendiri. Dan dia juga berkata bahwa perasaanya saat ini lebih banyak ke Tri daripada ke istrinya sendiri. Sungguh itu sangat menyakitkan. Seperti peribahasa Air susu dibalas dengan air tuba.

Sumber:ceritacurhat.com

Link Banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here