Kesal, Warga Palasari Sandera Alat Berat

by -4 views

CIJERUK – Kisruh antara PT Rivella Kurnia Kasih yang berencana membangun Perumahan dan Hotel Bogor Village dengan warga Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk berbuntuk panjang. Warga bahkan menyandera salah satu alat berat milik perusahaan yang sedang mealakukan kegiatan cut and fill. Penahanan alat berat tersebut dikarenakan belum adanya kesepakatan antara pengembang dengan warga. Salah satunya, penggunaan alat berat yang ditolak warga melintasi daerah warga sekitar.

Hal tersebut diugkapkan Ketua Paguyuban Pemuda Desa Palasari Maulana. Dirinya membenarkan warga yang menyandera alat berat milik perusahaan karena belum ada kesepakatan antara warga dan pihak pengembang. Bahkan, warga mengancam melakukan demonstrasi hingga tuntutan mereka dipenuhi. “Sempat melakukan musyawarah, namun tidak menemukan titik temu. Pihak pengembang ngotot menurunkan alat berat, namun kami menolak,” bebernya kepada Metropolitan. menurut dia, permintaan warga cukup sederhana.

Warga hanya minta dilibatkan alias dipekerjakan dalam pembangunan perumahan dan hotel tersebut.

Warga hanya minta ikut dipekerjakan dalam pembangunan perumahan tersebut. Warga tidak meminta uang, kami ingin keberadaan investor di wilayah kami bisa memberikan manfaat bagi warga sekitar, setidaknya memberikan pekerjaan,” ketusnya. Hal senada juga diungkapkan warga yang namanya enggan dikorankan. Menurutnya, selama tuntutan warga belum terpenuhi, pihaknya akan terus menolak keberadaan alat berat yang masuk. “Kami tidak menuntut uang, kami bukan preman, kami hanya menuntut dipekerjakan, itu saja.

Selama tuntutan kami belum diberikan, kami sepakat menolak,” imbuhnya. Dirinya berharap, ada titik temu antara warga dengan pengembang.

(nto/b/suf)