CITEUREUP – Dugaan pungli yang selalu membebani orang tua murid SD N O6 Citeureup terus saja bergulir tiada henti. Ini tentu patut dipertanyakan, sebabnya sudah sering kali dilakukan tetapi tidak ada tidak lanjut dari aparat terkait. Mandulnya kinerja aparat terkait tentu disayangkan.

Akibatnya pungli di sekolah selalu aman bahkan seperti memperoleh dukungan.

Salah seorang wali murid RW mengatakan kali ini sejumlah wali murid kelas 6 SDN 06 Citeureup mengeluh karena diminta uang untuk sebesar Rp 630 ribu.

” Kami dimintai uang Rp 630 ribu, Rp 500 ribu untuk tryout dan Rp 130 Ribu untuk jalan-jalan,”ungkapnya kepada Metropolitan.

Ia mengungkapkan, para guru tidak memberikan rincian dan kwitansi karena takut ketahuan bohongnya.

“Di SDN Citeureup 06 banyak pungutan mulai dari kelas 1 sampai kelas 6,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan wali murid lainnya BTK. Pria yang juga pedagang kue ini mengaku dimintai uang sejumlah Rp 630 yang tidak tahu untuk apa, karena tidak ada rincian yang jelas. “Selalu ada pungutan dan tidak jelas untuk apa. Untuk kelas 6 ada 120 lebih siswa,” jelasnya.

“Yang menerima uangnya guru kelas 6, kalau diminta kwitansi ama rincian tidak akan diberikan”terangnya.

Sementara kepala sekolah SDN 06 H.Ely berdalih bahwa tidak pernah melakukan pungli, kalaupun meminta pungutan yang meminta komite sekolah.

” Yang minta komite bukan saya, saya tidak tahu untuk apa uang sebanyak itu,”bantahnya.

Dia menegaskan, kalau sekolah itu jelas, kalau uang-uang yang tidak jelas pasti tidak akan ada rincianya. Sementara yang ada rinciannya salah satunya adalah uang bos.

” Kalau pungutan ya tidak ada rincianya, kan belum jelas buat apa,” terangnya.

Terkait pungutan dirinya sudah didatangi pihak Polsek Citeureup. Karena adanya pengaduan keberatan dari wali murid.

“Sebelum diperiksa saya sudah menghadap kapolseknya.Kapolsek sudah tau kok. Sampai hari ini saya tidak diperiksa,” jelasnya.

Sementara saat Ketua Komite Mamah Abi saat dihubungi mengatakan bahwauntuk komite dirinya tidak berperan penuh dan untuk masalah ini, tetapi dirinya selalu bermusyawarah dengan kepala sekolah dan wali murid.

“Kalau masalah uang saya gak tau ya. Saya gak pernah pegang uangaya. Kalau rapat pun itu urusan sekolah,”pungkasnya.

(tri/b/sal)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here