Panas, RK Diserang Soal Lingkungan

by -4 views

METROPOLITAN – Debat kandidat pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Barat 2018 putaran kedua berlangsung panas. Ketegangan sudah berlangsung sejak sesi pertanyaan pendalaman mengkritisi gagasan dari kandidat lain. Debat itu dilaksanakan di Balairung Universitas Indonesia, tadi malam.

Secara acak, para kandidat mendapat satu amplop yang disegel dan berisi pertanyaan yang telah disusun para panelis. Para kandidat pun secara bergiliran menjawab pertanyaan yang ada dalam amplop untuk kemudian ditanggapi para kandidat lainnya.

Kritikan disampaikan misalnya ketika kandidat gubernur Jawa Barat nomor urut satu Ridwan Kamil kebagian menjawab pertanyaan tentang bagaimana cara dia memulihkan lahan kritis yang ada di Jawa Barat. Pria yang akrab disapa Kang Emil ini pun langsung memaparkan beberapa program penyelamatan lingkungan yang sudah dia siapkan.

“Harus kembali patuh pada aturan tata ruang wilayah yang disiplin. Selain itu menciptakan inovasi. Kami pasangan Rindu akan mewujudkan pertanian infus, mengonversi lahan kering di Jabar selatan sehingga menambah lahan pertanian baru. Untuk menanggulangi banjir, perlu koordinasi dengan daerah,” kata Ridwan.

Jawaban ini pun langsung ditanggapi cawagub nomor tiga Ahmad Syaikhu. Menurutnya, Kang Emil ketika menjabat Wali Kota Bandung tak pernah membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Padahal, badan itu sangat penting mengingat bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu. “Bandung Ibu Kota Jawa Barat, tapi di Bandung tidak membentuk BPBD. Ini akan sangat rentan ketika terjadi bencana,” kata Syaikhu.

Kritikan juga muncul dari cagub nomor empat Deddy Mizwar. Deddy menyebut apa yang disampaikan Kang Emil belum menggambarkan solusi untuk lingkungan. “Saya tidak melihat dia bicara lingkungan, jangan-jangan boleh ngarang barusan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kang Emil mengatakan, meskipun tidak ada BPBD, Kota Bandung punya Dinas Kebencanaan. Menurutnya, itu hanya perbedaan nama yang tidak mengurangi substansi kesiagaan bencana. “Sementara itu kami juga berkomitmen membuat cetak biru atau resilience province untuk memastikan anggaran koordinasi inovasi untuk kemajuan lingkungan,” kata Kang Emil.

(pr/rez/run)

Loading...