METROPOLITAN – Perekaman KTP-el di Kabupaten Sukabumi cukup tinggi. Hingga Juli 2016 capaiannya sudah mencapai 92,8 persen dari jumlah wajib KTP-el. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukabumi melansir dari jumlah penduduk 2.503.679 itu, terdata hingga Juli 2016 wajib KTP-el 1.694.466, sudah perekaman 1.566.279, belum perekaman 134.187, sudah cetak reguler 975.831 dan yang belum cetak 571.082 jiwa.

Kepala Bidang Pendataan Kependudukan pada Disdukcapil Kabupaten Sukabumi, Ridwan mengatakan bahwa capaian perekaman ini tidak mungkin mencapai 100 persen. Sebab populasi penduduk di Kabupaten Sulabumi itu tidak statis. Artinya masih banyak penduduk yang berada di luar Sukabumi. Seperti pelajar yang melakukan study di luar negeri, Tenaga Kerja Wanita (TKW), bahkan seperti penduduk yang sudah lansia dan jompo. “Maka perekaman ini tidak mungkin 100 persen capaiannya, dikarenakan setiap saat usia penduduk bertambah atau bergeser. Kalau ada yang bisa 100 persen patut dipertanyakan,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Dijelaskan Ridwan, di Kabupaten Sukabumi dalam setahun jika dihitung rata-rata untuk penduduk pindah 72.000 jiwa, penduduk datang 46.000 orang. Sedangkan untuk penduduk lahir 56.000, penduduk melakukan perwakinan 27.000 dan penduduk meninggal 24.000 jiwa pertahunnya. Akan tetapi jika dihitung perjam, perjam 7 orang lahir, dan meninggal perjam 2-3 orang. “Jelas populasi ini terus bergeser dan bergerak datanya. Jadi tidak mungkin bisa mencapai 100 persen,” jelasnya.

Selain itu, kata Ridwan, masih adanya yang belum merekam untuk KTP-el dikarenakan

blanko pembuatan KTP-el itu dikirim dari pusat. Sehingga, proses pembuatannya dibatasi sesuai blankodari pusat. “Kalau perekaman kita memang cukup tinggi, tapi untuk pencetakan memang masih banyak yang belum,” ucapnya.

Selain itu, kata Ridwan, masih ada masyarakat yang acuh tak acuh terhadap pembuatan KTP-el ssehingga prosesnya terkadang terhambat. Meskipun angka saat ini sudah cukup baik dengan luasan wilayah Kabupaten Sukabumi yang cukup luas. “Masih ada orang yang baru bikin KTP-el itu kalau ada perlunya seperti untuk pembuatan BPJS,” tandasnya.

Namun Ridwan memastikan hingga akhir September nanti akan semakin banyak jumlah wajib KTP-el yang telah direkam. Meskipun secara pencetakannya, dirinya tidak yakin bisa cepat juga. “Saat ini batas pembuatan KTP-el itu maksimal sampai 14 hari. Kalau blankonya ada bisa lebih cepat,” terangnya.

(hep/uje/ram)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here