News, Sport and Lifestyle

Saksi Mahkota yang Jago Beladiri

METROPOLITAN – Ais, begitu gadis cilik ini dikenal. Gadis berusia tujuh tahun itu jadi korban selamat bom ‘ibu setan’ yang dilakukan orang tuanya sendiri. Aksi teror itu dilakukan di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5).

Ais merupakan gadis yang dikenal memiliki prestasi dalam bidang olahraga beladiri. Bahkan dalam waktu dekat, dia dijadwalkan mengikuti kejuaraan beladiri di Malaysia. “Ais itu jago beladiri. Kapan hari katanya habis menang kejuaraan Tapak Suci di Solo dan dalam waktu dekat katanya akan ke Malaysia untuk kejuaraan,” kata tetangga dari nenek-nya, Nur.

Kini Ais mendapat perawatan intensif di RS Bhayangkara Surabaya. Polisi menyebut Ais adalah saksi mahkota yang nantinya akan dimintai keterangan dengan cara yang tepat. “Kapolri menyebut dia saksi mahkota yang masih ada di tangan Polri. Kita dapat lakukan interogasi melalui psikologi anak untuk mengungkap peristiwa itu,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung.

Ia mengatakan, Ais hingga kini tidak boleh diambil siapa pun, termasuk keluarga. Namun ia tak melarang jika ada yang ingin menjenguk Ais. “Paman yang bersangkutan bernama Hari akan hadir, karena yang bersangkutan masih perawatan RS Bhayangkara. Kita intensif kepada yang bersangkutan. Bayangkan, anak delapan tahun terlempar tiga meter dan jatuh ke aspal,” ungkapnya.

Saat kejadian bom bunuh diri, Ais dibonceng ayahnya, Tri Murtiono, yang tewas di TKP. Sementara Ais terlempar dan diselamatkan Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya AKBP Roni Faisal dan Brigadir Rendra.

Kisah Ais ini menyentuh naluri warga Tangerang, Zainal Abidin. Dia berniat mengadopsi Ais dan memberikan keluarga baru untuknya. “Anak itu nggak bersalah, dia korban, ayahnya korban, ibunya juga korban. Korban pencucian otak kalau menurut saya. AIS kan masih kecil tapi sudah didoktrin untuk melakukan hal-hal seperti itu. Saya ingin mengadopsinya,” kata Zainal.

(de/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *