Link Banner

GUNUNGPUTRI – Pihak Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor kesulitan mengatasi masalah sampah sehingga kondisi lingkungannya menjadi kumuh.

Camat Gunungputri Juanda Dimasyah mengatakan, dirinya membenarkan bahwa saat ini masalah sampah memang menjadi momok di wilayah kerjanya. Padahal pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin melakukan penangkapan terhadap pelaku pembuang sampah sembarang.

“Rata-rata yang membuang sampah sembarangan warga dari luar Bogor,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Juanda menambahkan, selain itu untuk mengatasi sampah di Gunungputri juga ada uang yang dipungut oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) kepada masyarakatnya. Namun kenyataannya memang sampah selalu saja dan membuat persoalan yang ada.

“Maka dalam waktu dekat kami akan mengumpulkan semua RT dan RW untuk mengatasi masalah sampah ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Gunungputri Mochamad Hery Heriyadi mengatakan, kalau pihaknya belum mengetahui soal tumpukkan sampah di sejumlah jalan.

“Belum ada laporan dari warga. Saya tidak tahu, coba nanti saya tanyakan ke Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan ( Kasi Ekbang),” kilahnya saat ditemui di kantornya.

Sebelumnya, tumpukan sampah di wilayah Kecamatan Gunungputri sepertinya menjadi hal biasa.

Sebabnya dibeberapa titik sampah dibiarkan berhamburan dan tidak diangkut. Titik-titik sampah berada di sepanjang jalan Bojongnangka sampai Jalan Raya Cikeas Udik dan sepanjang Jalan Narogong berada di Desa Tlajungudik sampai Desa Gunungputri.

Salah seorang warga Mustopa mengatakan, sisi jalan dititik tersebut memang menjadi tempat pembuangan sampah. Sampahnya banyak sampai menumpuk dan bertebaran di jalan. Ditambah sampahnya mengeluarkan bau yang tidak sedap, mungkin jarang diangkut makanya terjadi penumpukan.

“Saya berharap Pemerintah Kecamatan Gunungputri lebih sigap dalam menanganinya,” keluhnya.

(tri/b/sal)

Link Banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here