Suamiku Tidak Pernah Tulus Mencintaiku (Habis)

by -

Waktu terus berjalan hingga tiba saatnya suamiku mengikuti ujian seleksi masuk pendidikan guna menaikkan karirnya. Setiap hari siang dan malam aku berdoa untuk keberhasilannya. Tapi di tahun pertama suamiku gagal karena dia buat masalah.

Aku tetap memberinya semangat, menguatkan hatinya untuk tidak putus asa. Aku tidak pernah berhenti berdoa karena aku yakin dibalik kesuksesan suami ada istri. Setahun kemudian dia berhasil lulus dan aku juga hamil anak kedua.

Semua anugerah itu sepertinya tidak bisa mengubah kelakuan buruk suamiku. Semakin tinggi jabatannya semakin tinggi pula level perempuan karaoke yang dikencaninya, hingga suamiku terlilit hutang begitu banyak dan mengancam pekerjaannya.

Disitu aku benar benar sudah capek dengan tingkahnya. Aku bersikukuh ingin pisah tapi tetap saja orangtuaku melarang karena kasihan anak-anak. Hingga keluarga sepakat untuk melunasi hutang suami. Semua tanah hak ku dijual untuk melunasi hutang-hutangnya. Keluarga berpendapat mungkin kejadian kali ini bisa membuatnya sadar.

Meski hutang tinggal sedikit kita gadaikan sertifikat rumah, nanti kalau orangtua sudah dapat lagi uang, sertifikat akan ditebus. Tapi Allah berencana lain, ibuku jatuh sakit dan butuh biaya pengobatan, sehingga sertifikat rumah tidak tertebus.

Kini malah suamiku lari pergi meninggalkan hutang padaku dan meninggalkan pekerjaannya. Akhirnya ini yang aku terima setelah semua pengorbananku.Aku bingung bagaimana nanti aku harus menghidupi kedua anakku. Mohon doanya semua pembaca, semoga Allah memberi jalan keluar bagiku.

Sumber:ceritacurhat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *