Link Banner

METROPOLITAN – Demi meningkatkan silaturahmi dan keimanan masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sejak 4 April lalu rutin mengadakan kegiatan Suling alias Subuh Keliling. Program yang digagas Plt Wali Kota Bogor Usmar Hariman ini menyasar ke masjid-masjid di 68 kelurahan se-Kota Hujan. Dalam kegiatan tersebut, plt wali kota bersama aparatur sipil setempat, seperti kecamatan dan kelurahan salat subuh berjamaah, berdoa bersama dan diakhiri dengan obrolan bersama para warga.

Tujuan dari diadakannya Suling ini memang diantaranya, sebagai media silaturahmi antara pimpinan, aparat wilayah dengan warga, untuk menyampaikan aspirasi, apa yang terjadi di wilayah, agar ada solusi. Ide ini memang tercetus dari plt wali kota, beliau yang menjalankan tiap subuh keliling masjid,” kata Kepala Bagian Administrasi Kemasyarakatan pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota BogorIman, kepada Metropolitan, kemarin (15/5).

Iman menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyasar satu mesjid per satu kelurahan, yang memang lokasinya jauh dari jalan raya, dan jarang tersentuh kegiatan besar pemkot. Data masjid-masjidnya sendiri didapat dari kelurahan setempat. “Sengaja yang agak ke pelosok, jarang tersentuh lah. Sebagai upaya pemerataan. Intinya kan silaturahmi, upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus wadah aspirasi warga buat pemkot,” ucapnya.

Sejauh ini, sudah 25 masjid yang dikunjungi Pemkot Bogor dalam program Suling ini. Terakhir, kegiatan Suling dilakukan pada 6 Mei lalu, sebab Plt wali kota harus melakukan kunjungan dinas ke luar negeri. “Karena ini program pak Plt, jadi ditiadakan dulu ketika pak plt sedang dinas luar. Nah, sebetulnya ini kan mau masuk Ramadan, sepertinya agenda Suling bakal diganti dengan Tarawih Keliling (Tarling), yang akan dimulai pertengahan bulan puasa. Tetapi semua masih menunggu keputusan pimpinan,” ujarnya.

Saat Suling di Masjid Al Atitiqiyah, Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, pada 2 Mei lalu, Plt Wali Kota Bogor Usmar Hariman menjelaskan kondisi Kota Bogor yang saat ini tengah kondusif dan damai. Menurutnya, kontribusi jamaah Masjid Al Atitiqiyah Ciwaringin pun erlibat didalamnya. Keberagaman yang ada, diimbangi kedewasaan berpikir dan mendahulukan musyawarah dalam menyelesaikan suatu permasalahan merupakan salah satu faktor penting.

Usmar juga menanggapi aspirasi yang disampaikan warga Ciwaringin. Partisipasi masyarakat dalam menyampaikan informasi akurat sebagai bentuk kepedulian antar sesama, dapat langsung ditindaklanjuti aparatur di wilayah. Misalnya mengenai KTP-el, ada kendala terkait persedian tinta yang habis. “Insya Allah sudah didrop pemerintah pusat, informasinya tinta pencetakan E-KTP segera dikirim. Jadi kita akan melakukan pencetakan Mei ini,” tutupnya.

(ryn/b/els)

Link Banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here