Link Banner

Perburuan pelaku teroris belum usai. Densus 88 Antiteror masih bergerilya memburu para pelaku bom bunuh diri di bawah jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Di tengah aksi pengejaran aparat, muncul pula sayembara berhadiah total Rp1.000 juta bagi warga yang berhasil membawa otak teroris.

Sepuluh kali tembakan terdengar saat Densus 88 melakukan penggerebekan di Manukan Kulon, Surabaya, Selasa (15/5). Sebuah rumah kos yang dihuni satu keluarga dengan tiga anak digerebek tim Densus 88 Antiteror, tepatnya di Jalan Sikatan, Manukan Kulon, Tandes, Surabaya.

Sekitar pukul 17:03 WIB, aksi baku tembak terjadi antara aparat dengan penghuni kontrakan. Adalah Dedi Sulistiantono (41) atau Teguh, penghuni kontrakan yang tewas ditembak aparat karena melawan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, penembakan itu dilakukan dalam rumah karena adanya upaya perlawanan. Usai baku tembak, Densus 88 mengamankan istri dan tiga anak terduga teroris tersebut. “Anak-anak tiga orang dan istrinya satu. Mereka sudah diamankan, rencananya mau dibawa ke Ditreskrimum atau Brimob,” terangnya.

Menurut salah seorang tetangganya, penghuni rumah tersebut biasanya disapa dengan nama Teguh dan istrinya disapa dengan nama Yanti. Keluarga tersebut memiliki dua anak yang seharusnya masih bersekolah SD namun kini tidak sekolah dan satu anak usia TK. “Anaknya tidak ada yang sekolah sekarang,” kata salah seorang warga, Ningsih.

Selain di Surabaya, Densus 88 Antiteror juga terlibat baku tembak di Sumut. Berdasarkan informasi, baku tembak itu terjadi pada Selasa (15/8/2018) sore di Kota Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.

Baku tembak itu terjadi sekitar pukul 17:00 WIB. Dalam operasi ini, Densus 88 meringkus dua terduga teroris dari JAD. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto mengatakan, dua orang yang ditangkap yakni Abdul Rahman alias Abu Khomsah dan Hengky alias Abu Anshor. ‚ÄúDelapan orang merencanakan penyerangan, namum enam orang melarikan diri,” kata Setyo.

Ia menjelaskan, jaringan JAD Sumatera Selatan merencanakan penyerangan ke Markas Polda Sumatera Selatan saat terjadi kerusuhan narapidana teroris di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, Jawa Barat.

Densus 88 juga melakukan penegakan hukum kepada 13 orang terduga anggota JAD Jawa Timur, termasuk dua orang ditembak mati. Penegakan hukum ini juga turut mengamankan barang bukti bom rakitan. Densus 88 menemukan banyak bahan peledak di rumah anggota JAD Surabaya tersebut. Ada juga bom rakitan siap digunakan berhasil disita.

Setyo menjelaskan, Dita Oepriarto pelaku bom bunuh diri di Gereja Pantekosta, Surabaya, sempat menitipkan bom rakitan ke beberapa anggotanya. Dita sendiri diketahui sebagai Ketua JAD Surabaya. “Dita sempat titipkan bom kepada IF alias Wicang. Dan diserahkan juga kepada Tri. Jadi diduga mereka ini sudah siap melakukan bom bunuh diri,” bebernya.

Aksi perburuan teroris ini mengundang perhatian pengusaha muda Sam Aliano. Saking bencinya terhadap teroris, lelaki yang ingin maju jadi calon Presiden Indonesia itu juga mengadakan sayembara otak teroris.

Hadiahnya pun tak main-main. Sam mengklaim akan membayar warga yang berhasil menemukan dalang pelaku terorisme dengan melaporkannya kepada pihak kepolisian dengan total hadiah Rp1 miliar atau setara Rp1.000 juta. “Saya ingin otak (dalang, red) teroris digantung di Monas. Saya akan berikan Rp1 miliar hadiah kepada warga yang bisa menyerahkan otak teroris kepada pihak kepolisian 1×24 jam. Saya harap segera tangkap sebelum otak teroris kabur ke luar negeri,” ujar Sam.

Sam yang juga politikus Partai Idaman ini meminta masyarakat tetap tenang dan ikut berpartisipasi dalam memerangi teroris dengan membantu pihak kepolisian.

Menurut Sam, pelaku aksi teror bom di Surabaya adalah orang yang tidak beragama dan mereka itu adalah ISIS. “Perbuatan ini tidak dilakukan orang yang beragama Islam, perbuatan ini dilakukan ISIS. ISIS adalah Al-Qaeda. Al-Qaeda adalah Qahabi. Wahabi bukan agama Islam, Wahabi adalah agama buat-buatan,” kata Sam.

(de/feb/run)

Link Banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here