News, Sport and Lifestyle

UMKM Bogor Punyai Selai Kualitas Terbaik

METROPOLITAN – Bogor memang gudangnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mulai dari kerajinan tangan, hingga olahan makanan. Seperti olahan selai dengan kualitas yang tidak kalah dengan selai pada umumnya.

Pemilik Wiselai Wihelmina Catarine Sirait menuturkan, selai yang dibuat hadir dengan rasa yang alami. Menggunakan komposisi yang alami dan tidak menggunakan bahan pengawet membuat selai ini merupakan selai yang sehat.

“Komposisiyang kita gunakan tidak menggunakan bahan pengawet dan pemanis buatan. Murni menggunakan bahan yang alami. Biasanya kalau yang pabrikan pake natrium benzonat dan pengemulsi. Kalau kita enggak pake yang gitu-gitu,” ujarnya kepada Metropolitan.

Catarine juga mengaku menggunakan gula putih murni sebagai pemanis, dan menggunakan minyak kelapa murni dengan aroma yang harum khas kelapa. Selain itu ia juga menghadirkan lima rasa diantaranya, kukis dengan menghunakan kukis atau biskuit dengan campuran minyak kelapa dan cokelat.

Hadir pula selai rasa cokelat dengan gambahan susu dan mentega, selai choconute atau selai cokelat kacang dengan kacang dan cokelat murni, selai kacang yang menggunakan kacang murni yang di sangrai tanpa proses penggorengan dengan tambahan minyak zaitun, garam laut dan gula putih murni. Untuk selai kacang ini dua sampai tiga hari kemudian minyaknya akan terpisah. Namun, ini yang membuktikan kalau selainya gapake pengemulsi untuk pentabil, solusinya hanya dengan diaduk sendok.

“Selainya awet sampai tiga bulan untuk yang kacang dan kukis, untuk yang choconute dan cokelat bertahan hanya satu bulan dengan suhu ruang, namun untuk suhu di lemari pendingin bisa lebih lama. Tetapi jika di simpen terlalu lama di lemari pendingin maka akan merusak tekstur selai,” tutur Catarine.

Selain itu, hadir pula selai ubi ungu dengan komposisi ubi ungu murni khas bogor, santan, gula putih murni dan garam. Selai ini berbeda dengan yang lainnya, karena hanya bertahan tiga hari saja.

“Semua selainya kita jual dengan harga Rp.40.000 saja, kita pasarin masih online dan sudah beredar ke beberapa kota di Indonesia,” ungkapnya.

(cr1/c/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *