Link Banner

LEUWILIANG –  Antisipasi peredaran bahan makanan  yang mengandung zat berbahaya dan kadaluarsa, jajaran Unit Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor, bentuk tim khusus yang fokus untuk mengontrol dan mengantisipasi peredaran bahan makanan yang berbahaya di pasaran.

“Tim ini bekerja dan membuat laporan tiap hari terkait bahan makan dan makanan yang berbahaya dan kadaluarsa, gejala harga naik dan mencari titik penyakitnya dimana yang mengakibatkan harga naik tidak terkontrol, lalu kita akan koordinasikan dengan dinas terkait seperti Disperdagin dan BPOM,”ujar Kepala Unit Pasar Leuwiliang Wawan kepada Metropolitan, kemarin.

Ia mengatakan, antisipasi pedagang dadakan menjelang Bulan Ramadan yang membludak, pengelola Pasar Leuwiliang akan berkolaborasi dan berkoordinasi dengan pengelola parkir Pasar Leuwiliang dan instansi terkait.

“Teknis di lapangan kita akan berkolaborasi, tapi tetap kendali ada di kita. Kita akan tata rapih para pedagang dadakan. Hal ini sudah terbiasa menjelang Ramadan dan Lebaran,” ungkapnya.

Sementara lanjutnya untuk kenaikan harga belum begitu signifikan, biasanya jajarannya mendapat arahan dari pimpinan untuk pengendalian dan pemantauan harga, pastinya pihaknya akan pantau pergerakan dan pasokannya juga.

“Saya juga berharap agar program mengenai PKL segera dilanjutkan untuk kerapihan dan kenyamanan para penjual dan pembeli dalam menjalankan transaksi jual beli,” pungkasnya.

(khr/b/sal)

Link Banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here