Paguyuban Alumni SMP Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Bogor terus eksis dalam kegiatan amal dan kemanusiaan. Dari tahun ke tahun di bulan Ramadan, para alumni menggelar santunan kepada ratusan anak yatim dan duafa di sekitar lingkungan almamater.

Selain itu, ada juga santunan khusus bagi siswa yatim SMP Yapis Bogor. “Alhamdulillah, tahun ini kami memberikan santunan kepada 170 orang anak yatim dan duafa,” kata ketua Paguyuban alumni Yapis Su­wito kepada Metropolitan, be­lum lama ini.

Dia menambahkan, para alu­muni lintas angkatan dari 1985 hingga 2003 tersebut, kedepan­nya akan memberikan santunan kepada sebanyak 1000 orang anak yatim dan duafa. ”Itu ren­cana besarnya. Insya Allah tidak hanya bagi warga lingkungan sekolah saja, tetapi bisa se-kecamatan bahkan se-Kota Bogor nantinya,” imbuhnya.

Pemberian santunan ini, lanjut dia, merupakan wujud kepe­dulian, tidak saja bagi para yatim dan duafa namun juga kepada almamater dan guru-guru mereka. ”Awalnya nol bujet, namun karena kepedu­lian teman-teman di lintas angkatan ini, kami berhasil menghimpun dana kurang le­bih Rp50 juta, semua buat anak-anak yatim dan duafa,” ucapnya.

Para alumni pun membe­rikan bingkisan tanda terima kasih kepada puluhan guru yang hadir dalam acara ter­sebut. Kedepannya, paguy­uban ingun dibuatkan badan hukumnya agar bisa keluasa membangun koperasi untuk para alumni dan juga untuk membantu keberlangsungan dan perkembangan pendi­dikan di almamater kami ini. ”Mudah-mudahan soliditas dan kepedulian para alumni terhadap masyarakat kurang mampu dan almamater tidak pernah luntur. Sehingga ke­depan akan terwujud men­jadi alumni-alumni yang siap menjadi orang tua asuh bagi siswa-siswi yatim dan kurang mampu di SMP Yapis,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala sekolah Yayasan Pendidikan Islam (Ya­pis) Bogor, Dian Hestiningsih mengaku bangga atas kepedu­lian mantan para peserta di­diknya yang peduli dengan masyarakat kurang mampu. Kepedulian para alumni terse­but bisa mendongkrak nama besar almamater mereka dan Yayasan Pendidiak Islam, yang sudah puluhan tahun berdiri yakni sejak 1962 silam ini. ”Kami bersyukur, para lulusan SMP Yapis ini saudah banyak yang berhasil dengan profesi­nya masing-masing. Ada yang memiliki jabatan di pemerin­tahan, TNI pengusaha, wiras­wasta dan lain-lain,” pung­kasnya. (ryn/b/els)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here