Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta yang mencakup wilayah Jabodetabek mengunjungi kantor redaksi Radar Bogor di Graha Pena, kemarin. Selain menyikapi kasus penggerudukan simpatisan dan kader PDIP beberapa waktu lalu, kunjungan AJI juga untuk silaturahmi dan menjalin komunikasi antarjurnalis.

Laporan: MEGAH MEDIAWATI

KETUA AJI, Asnil Bambang Amri, tak me­nampik jika kunjungannya berkaitan dengan aksi massa PDIP yang meng­geruduk kantor redaksi Radar Bogor bulan lalu. Menurut dia, keputusan dewan pers yang menyebut tindakan pidana terhadap media massa harus di­

 respons pihak kepolisian. “Polisi tak punya alasan untuk me­nyebutkan tidak adanya tindak pidana mengenai kasus peng­gerudukan kantor Radar Bogor,” katanya. Berbagai bukti, sambung dia, sudah dikumpulkan. Ter­masuk video berisi makian. ­

“Intimidasi itu terjadi. Massa datang menaiki meja seolah-olah tamu yang datang tidak diundang kemudian mengacak-ngacak isi rumah kita. Apakah itu bukan tindak pidana. Bagi kami ini ada­lah pidana,” ujar Bambang.

Dengan keputusan dewan pers tersebut, AJI bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) pers akan konsolidasi melakukan legal standing ke polisi karena kasus tersebut telah diabaikan. Seha­rusnya tanpa adanya mekanisme pelaporan, polisi harus men­gusut kasus ini. “Kami harap kasus seperti jangan sampai terulang. Artinya jangan sampai ada masalah yang ditimbulkan pemberitaan kemudian digeru­duk. Kan sudah ada undang-undang pers,” terangnya.

Jadi, ketika ada permasalahan atau sengketa terkait berita bisa diselesaikan dengan undang-undang pers. Menurut dia, jurna­lis bukan menebar teror tapi mem­berikan hak publik untuk mem­berikan informasi. “Jika hak publik itu kami lakukan kemudian kami digeruduk kan khawatir,” katanya.

Sementara itu, Pemimpin Re­daksi Radar Bogor, Tegar Bagja Anugrah, menuturkan, kedatangan AJI ini menjadi gerakan untuk menggugat polisi atas apa yang menimpa Radar Bogor. Bukan menyerang PDIP tapi polisi yang dinilai abai. Dengan penetapan tidak adanya pidana oleh polisi, AJI bersama LBH Pers melayang­kan gugatan ke pengadilan.

“Radar Bogor mengapresia­si apa yang dilakukan AJI dan LBH Pers karena itu adalah ikhtiar untuk mengedepankan atau mewujudkan kebebasan pers. Kalau ini tidak dilakukan, Radar Bogor nanti bisa dige­ruduk lagi hanya karena pem­beritaan yang dinilai salah. Polisi tidak perlu lagi repot melakukan gelar perkara ka­rena di peristiwa sebelumnya tidak ada tindak pidana,” pung­kasnya. (cr1/b/els/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here