Link Banner

Sebanyak 60 followers instagram @bimaaryasugiarto diajak berbuka puasa, sekaligus bedah buku Bima Arya #AbdiBogor* karya Fenty Effendi di kediaman pribadi Calon Walikota  Bima Arya, Pendopo 6, Komplek Baranangsiang Indah, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, kemarin. Usai berbuka puasa, followers instagram @bimaaryasugiarto, di ajak keliling ke ruang perpusputakan yang dulunya bunker dan melihat foto-foto Bima, semasa menjabat walikota. 

Penuh kehangatan, Bima menceritakan pengalamannya selama menjabat walikota Bogor dari mulai menyelesaikan permasalah Ojek online vs Angkot, hingga sepeda motor yang ditendang dirinya karena parkir sepeda motor menutup jalan, perostiwa itu viral di medsos. Pada kesempatan itu, followers instagram @bimaaryasugiarto, mengelar sesi tanya jawab.

Bima mengaku, insiden salin lempar batu antar ojek online dengan sopir angkot di Yasmin, merupakan  pengalaman yang seru selama menjabat sebagai Walikota Bogor. Peristiwa dilatarbelakangi oleh isu yang belum jelas. Namun bentrokan keburu terjadi hingga menelan korban. Korban luka dirawat di rumah sakit. Saat itu Bima sempat menjenguk korban ynag dirawat. Kemudian melakukan mediasi antar dua kubu. “Semua berhak untuk hidup dan mencari uang di kota Bogor, sikap pemerintah mempertemukan keduanya dan menyelesaikan permasalan tersebut sesuai aturan yang ada,” ujar Bima.

Dalam kesempatan itu, Nurul menanyakan bagian cara Bima Arya, mengajak lintas generasi mendukung pasangan Badra dan menyakinkan pilihannya ke nomor tiga ?

Bima menjawab, tangtangan terbesar yakni memuaskan semua orang. Namun, kuncinya harus jujur dalam menyampaikan apa yang terjadi, sesuai karakter dan masih-masing segmen yang di hadapi.

“Walau kita jujur dalam menyampaikan semua visi-misi dan keinginan memajukan Kota Bogor tentunya bakal di respon positif,” katanya.

Sementara itu, Abdul menayakan sebelumnya menjadi walikota sempat menjadi pengamat politik. Apa alasanya bisa maju di pilwalkota hingga menjadi walikota ? Bima menjawabnya, tahun 2008 masih berbicara politik di seminar kampus, terkadang talk show di TV. Begitu indahnya  mengeritik pemerintahan dan tanpa beban, hingga akhirnya teringat nasehat orang tua yang mengatakan bahwa, selama hidup sudah bermanfaatkah untuk orang lain. Kata-kata itu lah yang akhirnya memincu untuk maju di pilwalkot Bogor.

 “Dulu jadi pengamat politik ngomong apa saja bener, tetapi ketika jadi Wakil Kota, punya program untuk pembangunan kota bogor yang lebih baik saja bisa terjadi pro kontra. Pengalaman saya selama menjabat walikota Bogor semuanya di curahkan di Buku kedua yakni Bima Arya #AbdiBogor* karya Fenty Effendi,” tukasnya. (ads/dik/c)

Link Banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here