METROPOLITAN – Setelah sebelumnya dilanda kemacetan panjang, pemandangan serupa juga terjadi pada hari kedua ujicobanya Tol Bogor-Ciawi – Sukabumi (Bocimi). Pantauan di sekitar, gerbang keluar tol tepatnya di Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukbumi, hingga petang kemairn pukull 16.30 WIB terkjadi antrean kendaraan hingga lebih dari dua kilo met

Irwan Kurniawa (45) seorang pengguna tol mengaku sudah lebih dari satu jam tertahan digerbang keluar tol Benda. Padahal dari Ciawi hingga Cigombong tidak ada hambatan. “Tadinya, saya ingin mencoba tol ini saja, sambil ngabuburit sama keluarga,” kata Zul yang mengaku warga Surade, Kabupaten Sukabumi, kemarin.

Irwan tidak mengira acara ngabuburitnya malah kebablasan hingga sore. “Ieu mah ngabuburit malah kaburitan sigana (ini sih ngabuburit malah kelewat magrib sepertinya),” ujar dia menggerutu dalam bahasa sunda yang kental.

Keluhan serupa juga diakui pengendara lain yang sudah terjebak di tengah kepungan macet dalam setengah jam lebih kendaraan yang ditumpanginya tidak bergerak sama sekali. Di jalur jalan raya Bogor – Sukabumi juga sore ini tampak pemandangan yang sama. Kedua arah tampak kendaraan tidak bergerak praktis arus kendaraan yang keluar tol inipun tertahan.

Dibagian lain, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Skabumi juga terlihat disibukan pengaturan lalu lintas akibat padatnya arus kendaraan di jalan Raya Cicurug. Hal ini dampak dari jalan Tol Bocimi yang dibuka sehingga kendaraan sedikitnya bermuara di sekitaran wilayah utara bertumpu di depan Pasar Semi Moderen Cicurug.

Hal Ini dikatakan anggota Dishub Kabupaten Sukabumi wilayah Cicurug, Tata Subrata, kepada Metropolitan, kemarin. Menurut tata, kemacetan sekarang ini dampak dibuka Tol Bocimi. Sehingga kendaraan menumpuk di Cicurug. Dishub, kata Tata, menurunkan personil untuk wilayah sekitar 18 personil. “Dishub bersama anggota kepolisian terus mengatur arus lalulintas agar jalur terus terurai dengan baik, terutama menjelang arus mudik H-4 dan 5 ini,” paparnya.

Keluhan kemacetan juga sempat disampaikan Herlan (38). Salah warga Parungkuda pengguna kendaraan roda dua ini mengatakan bahwa kemacetan ini seperti terlihat agak sedikit lancar terutama pengguna kendaraan sepeda motor. Karena terlihat arus terjadi penumpukan. “Untuk arah ke Sukabumi saja, kalau dari Sukabumi terlihat agak longģar. Kita tidak tahu pak kalau tidak jalan ini tidak ada personil mungkin bisa kemacetan panjang,” tandasnya. (hep/ram)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here