News, Sport and Lifestyle

Kepompong Ramadan

Oleh: DR. H. ADE SYARMILI. SY, M. SI
( Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Bogor)

OLEH karena itu, kita perlu mening­katkan kasih sayang dan pe­duli pada nasib sesama. Nabi saw. mengingatkan kaum hartawan ; ”Ka­mu ditolong dan diberi rizki

 di antara kalian”. Seorang hardengan bantuan kaum dlu’afa tawan betapapun memiliki gedung yang mewah, sawah/ladang yang luas, perusahaan yangBesar dan lainnya, dia tidak akan mampu menikmatinya tanpa bantuan para buruh bangunan, buruh tani, dan buruh perusahaan. Dengan kata lain, manusia itu sering disebut ”zoon politicon” yakni makluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Oleh karena itu, sikap saling kasih sayang dan peduli pada sesama harus ditingkatkan.­

Keempat, semangat menuntut ilmu. Sebagaimana kita ketahui, surat/ayat pertama al-Quran turun pada bulan Ramadan, yakni surat al-’Alaq ayat 1-5. Ayat pertama berbunyi

”iqra bismirabbika alladzi kha­laqa”, ayat ini perintah membaca dengan/atas nama Rabb-mu yang menciptakan makhluk. Paling tidak, ada dua hal yang dapat kita petik dari ayat pertama ter­sebut. 1) Perintah membaca berarti perintah mencari ilmu. Kedudukan ilmu sangat mulia dalam ajaran Islam. Akan tetapi, realitas umat Islam dewasa ini sangat lemah dalam ilmu ini. Akhirnya, umat Islam banyak ketinggalan dari umat lain. 2) Mencari ilmu itu harus dengan/atas nama Al¬lah. Maksudnya, ilmu itu bukan untuk ilmu se­perti yang terjadi di dunia Barat sekarang. Mereka maju dalam Iptek, tetapi tidak atas nama Tu­han. Akhirnya, ilmu itu banyak membawa bencana kemanusi­aan di berbagai belahan dunia.

Sebagai umat Islam yang oleh Al-Quran disebut ”khaira um­mat”, semestinya kita unggul dalam berbagai bidang, ter­masuk dalam Iptek. Oleh ka­rena itu, semangat dari Rama­dan ini yakni semangat menuntut ilmu perlu kita tingkatkan. Apalagi beberapa tahun lagi kita akan menghadapi era Pasar Bebas. Persaingan antar ne­gara akan semakin ketat. Bila kita terus keadaan begini, negri kita akan benar-benar terjajah lagi oleh bangsa lain. Sudah saatnya kita super giat dalam mengejar ketinggalan bidang Iptek ini.

Dengan berakhirnya bulan Ramadan 1439 H ini, mudah-mudahan kita kembali ke fithrah. Kita dapat melestarikan nilai-nilai bulan Ramadan yang pe­nulis kemukakan di atas. Mudah-mudahan juga kita dapat ber­jumpa lagi dengan bulan Rama­dan 1440 H nanti, amin. Selamat Jalan Duhai Ramadan !

1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *