CIGOMBONG – Didampingi tim kuasa hukum pemilik tanah yang kecewa atas perusakan lahan tanah­nya melakukan pemasangan patok dan plang. Selain itu, nota protes juga dilayangkan ke pihak Waskita selaku pengembang proyek Tol Bo­cimi yang telah merusak lahan mi­lik Agus Mulyadi di Kampung Nagrog, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong.

Agus menyayangkan lahan yang produktif menjadi rusak akibat di­gunakan sebagai jalur lintasan alat berat oleh PT Waskita yang menger­jakan proyek Tol Bocimi. Sehingga ia melalui kuasa hukumnya melakukan protes,setelah secara sepihak telah merusak aset miliknya.

”Tanah saya ini punya luas 2.000 meter terbagi pada dua bidang ya­kni yang satu 1.650 dan satu lagi 3.50 meter. Dari 1.650 baru dibe­baskan 310 dan 310 ini dibebaskan 100 meter, berarti jumlah tanah yang dibebaskan 410 meter. Se­dangkan sisanya tanpa ada izin tahu-tahu sudah diuruk jadi rusak dan belum dapat ganti rugi,” kata Agus didampingi kuasa hukumnya, Greogius Djako.

Sementara itu, kuasa hukumnya, Greogius Djako, mengatakan, pi­haknya memasang plang atau tan­da bahwa di lokasi tersebut ada sebidang tanah seluas 1.650 milik Agus Mulyadi.

”Lokasi tanah ini belum pernah di­jual karena milik pribadi berdasarkan girirk C986 persil 109 S2, Makanya kami melakukan pematokan untuk mengamankan tanah agar tidak ber­lanjut dirusak,” tegas Greogius.

Untuk mengamankan dan menjaga aset ini, pemilik tanah berinisiatif mematok dan memberikan tanda jika tanah ini benar milik pribadi yang tak pernah serta belum pernah dip­erjualbelikan. (nto/b/suf/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here