METROPOLITAN – Jelang penco­blosan 27 Juni 2018 mendatang, DPD Barisan Muda (BM) PAN Kota Bogor melaporkan seorang pejabat tinggi di Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Ketua DPD BM PAN Kota Bogor Raditya Mahesa mengaku telah melaporkan petinggi di Kota Bogor itu ke Panwaslu, Selasa (12/6) ma­lam. Pelaporan ini terkait adanya dugaan penyalahgunaan jabatan untuk mendu­kung salah satu calon.

Menurut Radit, ada salah satu pejabat yang punya wewenang penuh justru melanggar peratuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) serta Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan bermanuver politik. “Kami sesalkan dia punya wewenang, harusnya netral tapi malah mendukung salah satu paslon,” ujar Radit.

Lelaki yang juga Ketua DPC Tanahsareal itu mengaku akan mengawal kasus ini sampai tuntas. “Kita akan kawal sampai selesai, termasuk berkoordinasi dengan paslon lain,” terangnya.

Radit mengaku pihaknya telah mengantongi bukti kuat mulai dari foto dan video. Dalam bukti tersebut terlihat pejabat tinggi di Kota Bogor itu menggelar pertemuan dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se-Kota Bogor di sebuah hotel mewah pada Senin (11/6/2018).

Acara yang bertajuk ‘Buka Puasa Bersama Asosiasi LPM dengan Plt Wali Kota Bogor’ itu dimanfaatkan sang petinggi di Kota Bogor untuk berkampanye.

Terpisah, Ketua Panwaslu Kota Bogor Yustinus Elias Mau mengaku telah menerima laporan tersebut. ”Laporan sudah tapi masih harus melengkapi syarat formil dan materi,” tandasnya. (re/feb/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here