JASINGA – Tradisi berziarah ke makam tak hanya dilakukan jelang Ramadan, tetapi juga saat Hari Raya Idul Fitri, terutama di perdesaan. Seperti di pemakaman umum Hawuan, Desa Bagoang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.

“Mendoakan keluarga yang telah lebih dulu berpulang bisa dari mana saja. Tetapi kalau datang ke kuburan itu lebih terasa. Bisa dibandingkan antara memberi uang langsung dengan hanya menitipkan lewat orang. Pasti beda,” kata salah seorang peziarah, Enung, kemarin.

Di perdesaan, wajar jika tradisi ziarah lebih menggelora saat Lebaran. Itu karena banyak warga yang baru pulang dari perantauan. Mereka tidak hanya ingin bersilaturahmi dengan keluarga yang masih hidup, namun juga mendoakan yang telah lebih dulu berpulang.

Seperti yang disampaikan salah seorang pedagang bunga tabur, Zainul, tentang suasana Lebaran dari tahun ke tahun. “Saya gembira saat Lebaran karena bisa meraup rupiah lebih banyak. Omzet berkisar antara Rp1 juta hingga Rp4 juta setiap Idul Fitri,” pungkasnya. (khr/b/sal/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here