CILEUNGSI – Puluhan warga Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, merasa kecewa dengan kinerja Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Tol Cimanggis-Cibitung dan Pemerintah Desa Limusnunggal terkait penundaan pembayaran ganti rugi lahan. Pasalnya, pembayaran yang rencananya dilaksanakan pada Jumat (8/6/2018) ternyata diundur tanpa alasan jelas.

Hal itu menimbulkan kecurigaan terkait adanya dugaan ‘permainan’ antara tim P2T dengan Kepala Desa Limusnunggal sehingga proses pencairan tidak jadi dilaksanakan. “Berkas semua sudah lengkap. Validasi juga sudah. Tapi kenapa waktu pencairan malah diundur. Padahal kami sangat membutuhkan dana tersebut,” kata salah seorang warga Desa Limusnunggal yang terkena pembebasan jalan tol, Naih.

Menurutnya, proses validasi sudah dilakukan sejak Mei 2018. Dari 23 warga penerima ganti rugi, ternyata hanya sepuluh warga yang layak menerima pembayaran pada Juni 2018. “Ini kan sudah melalui proses dan tahapan yang jelas. Lalu mengapa terjadi pembatalan sepihak,” ungkapnya.

Ia berharap pihak P2T dan Desa Limusnunggal segera mencairkan hak warga tersebut. “Itu kan hak kami, kenapa harus ditahan-tahan,” tegasnya.

Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan, penundaan pembayaran ganti rugi lahan dikarenakan pihak desa tidak mau proses pencairan dilakukan secara parsial. Pihak desa berkeinginan jika pembayaran dilakukan terhadap 23 warga sekaligus, tidak hanya kepada sepuluh warga yang sudah lolos validasi.

Namun hingga berita ini diturunkan, pihak P2T maupun pihak Desa Limusnunggal enggan berkomentar mengenai penundaan pembayaran ganti rugi lahan milik warga tersebut. (bo/sal/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here