Nama Saya Virda, setelah menikah hidup Saya berjalan selayaknya pasangan Suami istri pada umumnya. Namun bedanya, dalam waktu cepat pasangan lain sudah diberi momongan, tapi untuk Saya itu tidak terjadi. Setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan Rumah Tangga, Saya tidak bisa memiliki anak. Segala usaha sudah Saya lakukan namun tampaknya sia-sia. Hingga akhirnya Saya memutuskan untuk adopsi anak. Hal itu berjalan cukup lama dan Saya jujur tidak khawatir untuk kedepannya.

NAMUN takdir berkata lain, Saya mencium gelagat Suami yang berbeda. Saya menduga Dia selingkuh dengan wa n i t a lain. Du­g a a n Saya be­nar, suatu ketika Dia ketahuan se­lingkuh. Bu­kannya minta maaf Dia justru murka dan terus me­nyalahkan Saya. Keke­rasan fisik hingga batin termasuk hinaan, menjadi kebiasaan bagi Saya.

Hingga akhirnya Suami sema­kin tidak tahu diri, dengan terang-te­rangan Dia mengajak selingkuhan ke Rumah. Saya harus bersikap baik karena jika tidak, Suami akan berlaku kasar. Jujur saya hidup penuh dengan tekanan. Saya pernah meminta cerai, namun tentu saja Suami akan melakukan se­gala cara untuk menolaknya.

Hingga akhirnya Suami memutuskan untuk menikah secara siri dengan selingkuhannya, mau tidak mau Saya harus menerimanya. Bisa dibayang­kan kondisi Saya saat itu, bukan hanya sakit hati tapi juga rasa malu yang teramat besar. Suami mungkin merasa bangga dan juga bahagia, tapi kebanggaan itu diatas rasa maluku yang tera­mat besar. Dan kebahagiaannya juga diatas penderitaan Saya. (Bersambung)

Sumber: ceritacurhat.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here