METROPOLITAN – Mulai 12 Juni, jalur wisata Puncak Bogor ditutup untuk kendaraan bertonase berat. Penutupan itu pun diberlakukan hingga H+3 pada Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

Petugas Dalops Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor M Yusuf menuturkan, penutupan tersebut akan berlangsung hingga 22 Juni mendatang, termasuk mobil barang dari 8 wilayah provinsi (Lampung, Jawa dan Bali).

“Mereka dilarang beroperasi. Kalaupun ada yang hendak melintas akan kami segera himbau agar memutar arah. Hal ini untuk menghindari kecelakaan lalu lintas. Lantaran, jalur tersebut dipadati wisatawan,” ujarnya di Pos Pam Gadog Ciawi, kepada Metropolitan.

Adapun, sambungnya dasar regulasi tersebut berdasakan UU Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan,  Intruksi Presiden RI Nomor 3 tahun 2004 tanggal 9 Oktober 2004, Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor 322 tahun 2016, dan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 22 tahun 2016.

“Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, sebanyak 26 personel diterjunkan. Para petugas diposisikan di masing-masing titik rawan kemacetan lalu lintas,” paparnya.

Seperti titik kemacetan di jalur Puncak Sukabumi, Simpag Ciawi, Pasar Ciawi, Simpang Ratna, Simpang Cikereteg, Simpang Cimande,  Simpang Cigombong, Simpang Pasar Cigombong,  Simpang Gadog,  Pasir Angin, Simpang Megamendung,  Jogjogan,  TWM, dan Taman Safari Indonesia Cisarua Puncak Bogor. “Kami berharap, para personel yang bertugas bisa ikut menyukseskan jalur mudik lebaran, untuk mengurai kemacetan lalu lintas,” pungkasnya. (yos/b/feb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here