METROPOLITAN – Kabar mengejutkan datang dari Direktur Utama PLN Sofyan Basyir. Sekitar pukul 09:00 WIB, tim penyidik KPK menggeledah rumah bos PLN yang berada di Jalan Bendungan Jatiluhur No 3, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Namun penyidik tidak membawa Sofyan ke gedung KPK terkait kasus suap proyek PLTU Riau-1.

Pantauan di lokasi, sekitar pukul 19:15 WIB, Minggu (15/7/2018), terlihat beberapa orang memakai masker keluar dari rumah itu. Empat polisi menaiki empat mobil meninggalkan lokasi tersebut.

Penggeledahan ini terkait kasus suap yang melibatkan anggota Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih dengan bos PT Blackgold Natural Recourses Limited, Johanes B Kotjo.

Tim penyidik KPK juga terlihat membawa empat kardus dan tiga koper. Saat ini tim penyidik sudah meninggalkan lokasi dan mengamankan dokumen proyek pembangkit listrik Riau-1 serta dokumen keuangan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, kegiatan yang dilakukan KPK di rumah Sofyan Basir tidak lebih dari penggeledahan. “Masih proses penggeledahan saja, jadi belum ada penetapan tersangka,” ujar Febri.

Febri mengatakan, penggeledahan tersebut dilakukan terkait kasus suap proyek PLTU Riau-1.

“Benar, ada penggeledahan di rumah Dirut PLN yang dilakukan sejak pagi ini oleh tim KPK dalam penyidikan kasus suap terkait proyek PLTU Riau-1. Untuk sementara diamankan dokumen terkait proyek pembangkit listrik Riau-1, dokumen keuangan dan barang bukti elektronik,” tutur Febri.

Dalam kasus ini, KPK menahan Eni lebih dulu. Wakil Ketua Komisi VII ini terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Jumat (13/7) sore dan diamankan dari rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham.

Eni diduga menerima keseluruhan Rp4,5 miliar dari Johannes Budisutrisno Kotjo untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1. Johannes Budisutrisno Kotjo merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Selain menggeledah rumah Dirut PLN Sofyan Basir, penyidik KPK juga menggeledah empat tempat terkait kasus suap berkaitan dengan proyek PLTU Riau-1.

Di antaranya rumah tersangka Eni Maulani Saragih, rumah tersangka Johanes Budisutrisno Kotjo, kantor tersangka Johanes Budisutrisno Kotjo dan apartemen tersangka Johanes Budisutrisno Kotjo.

Menanggapi soal penggeledahan ini, Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka mengaku belum menerima informasi apa pun dari KPK. “Perlu kami sampaikan bahwa manajemen PLN sampai detik ini belum menerima informasi apa pun mengenai status Sofyan Basir dari KPK,” kata Made dalam keterangan tertulis, Minggu (15/7).

Menurut Made, KPK dan Direksi PLN selama ini memiliki hubungan dan kerja sama yang baik berupa MoU. Sofyan selaku Dirut PT PLN menghormati proses hukum yang dilakukan KPK dengan mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

Terkait adanya penggeledahan, Made berharap KPK melakukan sesuai koridor hukum yang berlaku dan transparan. “Sofyan Basyir sebagai warga negara patuh dan taat pada hukum yang berlaku sampai dengan adanya pembuktian di persidangan dan mendapatkan putusan pengadilan yang tetap dan mengikat,” jelasnya. (de/feb/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here