Aku lahir dari keluarga broken home. Sebut saja namaku Mirna. Aku terlahir dari keluarga biasa saja. Orang tuaku menikah tanpa restu, yang artinya aku adalah anak haram mereka. Mereka sering sekali memperdebatkan hal hal yang tak penting sampai berujung kekerasan fisik, dan akulah yang menjadi pelampiasannya.

SEJAK saat itulah aku memiliki ketakutan tersendiri untuk membangun hubungan. Akhirnya aku tumbuh menjadi perempuan yang berubah haluan. Yaaaah sejak umur 13 tahun aku menjadi lesbian, karena trauma berkepanjangan lahir sekeluarga yang broker home.

Sejak saat itulah aku meyakini hidup penuh kenistaan. Selama 4 tahun aku hidup di dalamnya hingga pada usia 17 tahun aku di beri hidayah oleh Tuhan. Aku mulai memperbaiki ibadahku, melonggarkan pakaianku dan mengenakan hijabku hingga memakai cadar.

Saat itu aku sangat senang, aku seperti mualaf yang baru pertama kali melaksanakan ritual solat. Aku aktif ikut kajian sunnah, kok di kampus sampai aktif sebagai profokator sodakoh untuk Suriah dan Palestina.

Kurang lebih sampai ukur 19 tahun aku berserah diri hanya pada Tuhan. Aku merasakan kembali dicintai Tuhan setelah 4 tahun menjalani kehidupan laknat. Namun saat aku masih haus hausnya akan ilmu dan kasih sayang Tuhan. Keluargaku mengacaukannya. Keluargaku tidak suka aku memakai pakaian longgar hingga cadar.

Seketika aku down ketika mendapati lemariku kosong tanpa pakaian sunnah, kitab kitab yang pernah aku baca pun hilang entah kemana. Kurang lebih 3 bulan aku diboikot keluarga. Aku dilarang mengikuti kegiatan keagamaan. Mereka bilang aqidahku salah, padahal selama aku mengaji di sana tidak ada satu pun ajaran yang menghalalkan datang orang lain.

Bahkan saat aku ingin kabur dari rumah dengan tetap menggenggam sunnah mereka melarangku. Bahkan teman ngajiku bilang ridho orang tua itu paling penting.Aku kalap aku bingung harus gimana? sementara saat itu ibu malah bilang “anak hamil duluan sebelum nikah emang malu maluin” begitu kata ibu.

Tapi apakah anak kenal sunnah lebih memalukan” jleeeb sejak saat itu aku kecewa pada semuanya. Proses dari semua penghambaan ku malah seperti ini? Tuhan diam saja ketika mereka menghinaku, pakaianku dan aqidahku? Aku pun kalap 3 bulan tidak bergumul di lingkungan yang baik membuatku menjadi kehilangan diriku sendiri.

Bagaimana tidak.. kerja, kuliah dan segala macemnya keluarga yang atur, mereka bilang aku harus bergaul dengan orang yang seaqidah (keluargaku islam mayoritas di Indonesia dan mbahku kyai yang cukup terkenal di organisasi tersebut).

Wajarlah aku harus sama dengan mereka. tapi aku tak bisa, aku terlanjur jatuh cinta pada sunnah yang beribadah hanya sesuai tuntunan Rasulullah tanpa ada tambahan apapun. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here