Bangun 33 Kios, PDPPJ Kucurkan Rp7M

by -

METROPOLITAN – Penataan Pasar Kebonkembang masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang belum terselesaikan. Mulai dari menata Pedagang Kaki Lima (PKL) sampai revitalisasi gedung pasar. Tak tanggung-tanggung Pemkot Bogor melalui Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PDPPJ) mengucurkan dana hingga Rp7 Miliar hanya untuk membenahi 33 kios.

Direktur Operasional PDPPJ Syuhaeri Nasution mengatakan, pihaknya sudah melakukan pelelangan untuk melakukan revitalisasi di Blok G. Dan PT Fortunindo Artha Perkasa dipercaya sebagai pengembang yang merevitalisasi Blok G. “Untuk anggaran untuk renovasi Blok G Pasar Kebonkembang, ada di kisaran Rp7 Miliar,” ujarnya kepada Metropolitan.

Sebelum melakukan revitalisasi, menurut Syuhaeri saat ini pihaknya sedang melakukan pelelangan untuk pembongkaran Blok G, sembari PDPPJ membangun Tempat Penampungan Sementara yang nantinya akan diisi oleh pedagang yang ada di Jalan Nyi Rajapermas. “Nilai pagu minimum penawaran untuk pekerjaan itu minimal Rp20 juta. Sesuai rencana, anwijzing (penjelasan lelang,red) pada besok (hari ini) dan 11 Juni sudah ada pengumuman pemenang hasil lelang,” kata Syuhaeri.

Terpisah, Kepala Unit Pasar Kebonkembang Iwan Arif Budiman mengakui, PDPPJ belum merampungkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk renovasi Blok G. Meski begitu, Iwan mengklaim proses perizinan sudah mencapai angka 90 persen. “IMB-nya dirubah karena ketika melakukan sosialisasi ada masukan dari sejumlah pedagang. Untuk menampung saran pedagang IMB dirubah menjadi dua lantai,” papar Iwan.

Iwan juga menambahkan, jika proses lelang pembongkaran rampung tepat waktu, pengerjaan bisa dimulai pada Agustus nanti. Total proyek tersebut nantinya memakan waktu minimal enam bulan pengerjaan. “Makanya selain izin, kami juga sudah tahap finalisasi TPS, sesuai rekomendasi pedagang juga. Kan tidak diundi, hanya maju saja, posisi tidak berubah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perizinan dan Pemanfaatan Ruang pada Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor Rudi Mashudi menerangkan, pihaknya baru menerima surat pengajuan dari PDPPJ beberapa waktu lalu. “Ada dari PD Pasar kemarin pengajuannya, tapi belum lihat itu untuk Blok G atau bukan,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat. (ryn/c/mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *