Bapenda Optimis Target Pajak PBB Tercapai

by -

METROPOLITAN – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor mencatat, hingga pertengahan tahun, realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 2018 mencapai Rp33 Miliar. Angka itu setara dengan 28,29 persen dari target penerimaan PBB tahun 2018 yang berjumlah Rp117 Miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Penetapan dan Pengolahan Data Bapenda Kota Bogor Evandy Dahni menyebut, waktu jatuh tempo yang masih cukup lama, menjadi salah satu alasan presentase di triwulan kedua ini masih dibawah 50 persen. “Memang hingga triwulan kedua ini, masih dibawah 50 persen. Tapi hal ini terjadi tiap tahunnya. Realisasi akan meningkat seiring makin dekatnya dengan waktu tempo pembayaran, yakni tiap 30 September. Biasanya jumlah meningkat signifikan di triwulan ketiga,” ujar Evan, saat ditemui Metropolitan di kantornya, kemarin.

Pada triwulan kedua ini, menurut Evan baru proses penyampaian SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang) kepada wajib pajak. Masyarakat cenderung bayar pajak sebelum akhir jatuh tempo. Sebab, jika telat, ada denda sebesar dua persen di bulan pertama, dan kelipatannya di bulan berikutnya. “Bukan kendala sih ya. Itu seperti tren, kebiasaan orang bayar mendekati jatuh tempo.

Lebih banyak lagi biasanya sstelah SPPT dikirim,” kata dia.

Dengan begitu, pihaknya optimis target pajak PBB tahun ini bisa terwujud, bahkan dilewati. Sama halnya seperti tahun lalu, dimana realisasi pajak PBB 2017 mencapai angkat Rp111,6 Miliar. Lebih banyak dari target, yakni Rp110,1 Miliar. “Nanti kita bisa lihat peningkatannya di triwulan ketiga. Bakal meningkat. Disitu sudah kelihatan bisa mendekati target atau seperti apa,” paparnya.

PBB sendiri menjadi target pajak yang dianggap ‘primadona’. Sebab, setiap tahunnya menjadi lumbung pajak besar bagi Kota Hujan. Secara keseluruhan, potensi objek pajak di Kota Bogor mencapai 257.774 potensi pajak, dengan nilai ketetapan mencapai Rp139 Miliar. “PBB penyumbang terbesar kedua, setelah Pajak BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan atau Bangunan). Secara jumlah di tahun ini, ada di kedua terbesar bersama Pajak Restoran, yang mencapai Rp117 Miliar,” terangnya.

Diposisi keempat ada Pajak Hotel yang tahun ini ditarget bisa meraup pajak sebesar Rp82 Miliar. Kelima, ada Pajak Penerangan Jalan dengan target Rp50 Miliar di 2018 ini. Pihaknya pun terus melakukan sosialisasi, baik secara langsung maupun melalui media. Selain itu, Bapenda Kota Bogor pun tengah menggiatkan terobosan ‘Weekend Tax Service’, yakni membuka pelayanan bayar pajak di hari Sabtu, mulai pukul 08:00 hingga 12:00 WIB.

“Himbauan kami agar bayar PBB tidak jauh-jauh hari, dan tidak mendekati jatuh tempo. Penagihan juga kami lakukan, jemput bola. Untuk akhir pekan itu terobosan, agar mereka yang sibuk di hari kerja, sehingga tidak sempat bayar pajak, kami buka tiap akhir pekan. Itu dimulai sejak Mei lalu hingga sekarang,” pungkasnya. (ryn/b/mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *