METROPOLITAN – Berbagai cara dilakukan setiap pihak untuk mencegah terjadinya tindak tawuran yang dilakukan pelajar. Seperti yang dilakukan DPC Kongres Advokat Indonesia (KAI) Bogor Raya. Mereka memberikan penyuluhan hukum terhadap 425 siswa baru SMK Bina Informatika Bogor yang tengah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). “Jadi kegiatan ini kita lakukan dengan tujuan mencegah para siswa terlibat dalam aksi tindak tawuran. Apalagi, sekarang ini banyak kaitan dengan aksi tawuran yang dilakukan pelajar,” kata Ketua DPC KAI Bogor Raya, Ari Indra David saat ditemui di SMK Bina Informatika, kemarin.

Menurutnya, kegiatan penyuluhan ini sangat penting ditanamkan sejak dini kepada para pelajar. Karena, dengan mereka mengerti bagaimana taat terhadap hukum dan peraturan-peraturan yang sekarang ini dijalankan, para siswa-siswi mempunyai bekal dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari. “Kami juga sangat berterima kasih kepada pihak sekolah yang sudah sangat intens terhadap kami untuk bekerja sama dalam memberikan penyuluhan hukum,” ucapnya.

Dirinya berharap, melalui kegiatan ini juga para pelajar khususnya siswa-siswi baru SMK Bina Informatika dapat mencegah bahaya laten kenakalan remaja. Seperti, penyalahgunaan narkoba dan menyebar beriat hoax. “Yang dikhawatirkan kan ketika mereka mendapatkan informasi hoax para pelajar menyebarluaskan di media sosialnya masing-masing. Nah, dengan penyuluhan ini kami berharap jangan sampai para pelajar melakukan hal itu, karena itu bisa berdampak dengan masalah hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMK Bina Informatika Bogor, Dodi Muljawan mengaku terbantu dengan adanya kegiatan penyuluhan hukum ini. Sebab, yang biasanya anak dikenalkan hanya sebatas masalah hukum biasa, dalam artian diajarkan sebatas bela negara atau pencegahan agar tidak terjadi tindakan hukum. Tetapi, melalui kegiatan ini para pelajar mengetahui bagaimana proses atau upaya hukum yang dilakukan jika mereka terlibat kasus hukum. “Alhamdulilah dengan kedatangan rekan-rekan KAI Bogor Raya ini sedikitnya membuka pikiran anak-anak, bagaimana jika mereka terlibat kasus hukum. Seperti melakukan tawuran diganjar hukuman berapa tahun penjara dan beberapa kasus lainnya. Semoga dengan penyuluhan ini para pelajar dapat menghindari melakukan tindakan hukum dalam kehidupannya sehari-hari,” katanya.(rez)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here