CFD Ditiadakan Gara-gara Berubah Jadi Pasar

by -16 views

METROPOLITAN – Peniadaan kebijakan Car Free Day (CFD) di Jalan Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah tiap akhir pekan, sudah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sejak Mei (6/5) lalu. Setelah direncanakan akan dibuka kembali seminggu pasca Lebaran, nyatanya hingga kini kebijakan tersebut urung terlaksana. Bahkan, kemungkinan besar pemkot bakal menghapus kebijakan tersebut.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto sendiri menyebut, belum mempertimbangkan kembali soal membuka kembali CFD ini atau tidak. Sebab, ia ingin masalah pedagang kaki lima (PKL) yang membludak di lokasi tersebut bisa ditertibkan dahulu. “Sekarang masih belum. Selama belum ada antisipasi baik untuk sampah dan pedagang. Itu bukan pasar kaget, tapi untuk olahraga,” katanya Bima belum lama ini.

Politisi PAN ini menambahkan, awal mula kebijakan CFD bertujuan untuk menyosialisasikan dan menurunkan tingkat ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor. Selain itu juga, lokasi CFD jadi fasilitas olahraga dan meningkatkan pola hidup sehat. Sedangkan yang terjadi, malah membludaknya PKL, sehingga tidak nyaman digunakan berolahraga. Jika ingin berdagang, pemkot akan menyiapkan Sunday Market di beberapa lokasi. “Kalau malah menimbulkan persoalan, ya lebih baik ditiadakan. Kalau tidak bisa rapi dan malah menimbulkan kemacetan, bisa saja CFD tidak dibuka lagi,” paparnya.

Lalu, sejak Minggu (22/7) lalu, Pemkot Bogor mulai melakukan pemetaan terhadap PKL yang masih menjamur meskipun CFD telah ditiadakan sejak Mei lalu. Nantinya menjadi bahan evaluasi soal CFD kedepannya.

Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Theofillio Patricinio Freitas menjelaskan, ada sebanyak 50 anggota Dishub, 100 personel Satpol PP, dan 30 personel Satlantas Polresta Bogor Kota diturunkan mengecek dan melakukan penertiban pada Minggu (22/7) lalu. “Secara keseluruhan kondusif. Minggu ini rapat dulu untuk bahas CFD. Kemungkinan Rabu (25/7) nanti,” ujar Theo, sapaan karibnya.

Theo melanjutkan, jika nantinya kebijakan CFD dibuka kembali, pemkot ingin benar-benar tidak ada pedagang sama sekali. Pemkot ingin CFD dimanfaatkan betul warga dalam kebebasan berolahraga. “Fungsi CFD harus dikembalikan ke peruntukkan asalnya, yang telah ditetapkan, sesuai arahan wali kota, dikosongin saja. Hanya untuk car free day. Katanya, nanti kalau satu diizinin malah bertambah (PKL) dan ramai lagi,” ujar Teofilo.

Terpisah Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional pada Satpol PP Kota Bogor Dimas Tiko menerangkan, operasi yang dilakukan akhir pekan lalu merupakan penertiban sekaligus pemetaan ulang kawasan CFD. Itu dilakukan agar kondusifitas CFD menjadi lebih baik dan nyaman digunakan warga. “Penertiban akhir pekan lalu, sekaligus pemetaan ulang kawasan. Pola penertibannya lebih ke penghalauan serta penggeseran pedagang yang sudah terlanjur pasang tenda di lokasi CFD,” paparnya.

Dimas menambahkan, PKL ini bisa disebut pedagang musiman, yang hanya berjualan di minggu pagi atau saat waktu CFD berlaku. Di hari biasa, kawasan tersebut kosong dari pada pedagang. “Pas CFD saja mereka ngumpul. Nah itu yang jadi perhatian kita,” lanjutnya.

Jumlah PKL yang berada di kawasan CFD pun disebut mencapai puluhan pedagang. Jenis barang dagangannya pun beragam, tidak hanya makanan dan minuman, tapi juga pakaian hingga aksesoris. “Ada peringatan bagi PKL agar tidak jualan lagi saat CFD. Ada sosialisasi atau informasi juga tentang tujuan utama CFD, agar PKL paham dan tidak kembali berjualan di lokasi yang tidak semestinya,” pungkasnya. (ryn/b/els)