METROPOLITAN – DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor masih menunggu arahan DPP terkait formasi bakal calon legisltaif (baceleg) yang akan diusung untuk bertarung berebut kursi DPRD Kabupaten Bogor. Sebab sebelum diputuskan, DPC melakukan sinkronisasi terlebih dulu dengan bacaleg di tingkat daerah hingga pusat untuk mengetahui kekuatan masing-masing calon.

Saat ini, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor Iwan Setiawan sudah menyerahkan draf susunan bacaleg untuk Kabupaten Bogor ke DPD Gerindra Jawa Barat.

“Nanti dari Jabar diteruskan ke pusat. Pusat ini yang akan menyingkronisasikan formasinya biar tandemnya bagus saat turun di daerah pemilihan (dapil) masing-masing,” kata Iwan.

Menurut Iwan, sinkronisasi bisa mengubah susunan bacaleg yang diusulkan DPC. Selain itu, DPC Kabupaten Bogor tidak memiliki kewenangan untuk menentukan nomor urut. Bahkan, bacaleg pun harus siap jika DPP mengubah formasi penempatan dapil dari yang diajukan DPC.

“Bacaleg yang sudah terdaftar juga belum bisa ditentukan lolos atau tidaknya, sebab nanti akan ada tim dari DPP langsung yang turun untuk mensurvei kelayakan calon-calon yang diusulkan DPC. Jadi kami menyusun draft tapi DPP yang menentukan,” terangnya.

Setelah sinkronisasi selesai, Gerindra Kabupaten Bogor akan langsung mendaftarkannya ke KPU. Kali ini, lelaki yang terpilih menjadi wakil bupati Bogor 2018 hasil pleno KPU ini menargetkan mampu menempati kursi pimpinan DPRD dengan target 12 kursi di Bumi Tegar Beriman.

“Untruk provinsi target dua kursi dan pusat juga dua kursi. Kami optimis ini terealisasi, apalagi Pileg berbarengan dengan Pilpres. Ini juga tentu menguntungkan,” tegasnya. (fin/b/sal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here