BABAKANMADANG-Sejumlah pedagang makanan kaki lima mengeluh sepi pembeli, lantaran harga sembako pasca lebaran belum juga stabil. Pemicu kenaikan harga makanan ditingkat PKL ini, dikarenakan kenaikan harga barang yang semakin meroket. Ayub pedagang bakso kaki lima mengatakan, bahwa sepinya pembeli sudah dirasakan sejak dua minggu.

“Permangkok sekarang saya naikan Rp 1000, kalau gak naik yang saya bisa gulung tikar,” ujar Ayub saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Menurutnya, saat ini diinya tidak menjual bakso telur, karena harga telur sudah tiga kali lipat naiknya. Ini pun menaikan harga membuat para pembeli berkurang.

“ Satu satunya jalan dengan menaikan harga juga, saya biasa jualan jam 16.00 WIB sampai tutup jam 01.00 WIB . Saya harap pemerintah dapat mengontrol harga barang,” kesalnya.

Hal senada juga dikeluhkan pedagang ayam goreng dan bakar dimana, bahan utama yang ia jual belum mengalami penurunan yang berarti. Harga ayam masih 40- 45 ribu.

“Ujung ujungnya pasti rakyat miskin seperti saya juga yang merasakan dampaknya. Kalau nggak naik jualanya saya pasti bangkrut. Sebenarnya gimana sih pemerintah mengatur dan mengawasi harga barang, ko sampai saat ini tidak belum juga stabil,” pungkasnya(tri/a/yok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here