Link Banner

 

METROPOLITAN – Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor telah melakukan pleno penghitungan suara untuk pemilihan bupati (Pilbup) Bogor, penetapan bupati terpilih masih harus menunggu waktu. KPU Kabupaten Bogor masih menunggu rilis dari Mahkamah Konsitusi (MK) pada 23 Juli mendatang. Meski demikian, calon bupati Bogor Ade Yasin meyakini dirinya bersama Iwan Setiawan bakal dilantik menjadi bupati dan wakil bupati Bogor 2018.

Berdasarkan hasil pleno KPU Kabupaten Bogor, pasangan Hj Ade Yasin – Iwan Setiawan (Hadist) memperoleh suara terbanyak sebesar 912.221 suara atau 41,12 persen. Unggul dari pesaingnya yaitu pasangan Jaro Ade – Ingrid Kansil (Jadi) yang memperoleh 859.444 suara atau selisih suara 2.38 persen. Namun, pasangan Jadi mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kami tidak ada persiapan, cuma menunggu saja apa yang disampaikan KPU nanti. Tetapi Insya Allah tidak ada perubahan untuk hasil. Karena di sini masyarakat sudah memilih, rakyat berdaulat, jadi saya pikir Ade Yasin – Iwan Setiawan akan ditetapkan menjadi bupati dan wakil bupati Bogor. Saya yakin,” kata Ade Yasin ujar menghadiri halal bi halal Sekber Wartawan Bogor, kemarin.

Saat ini, dirinya mengaku tengah fokus melakukan sinkronisasi program agar bisa terealisasi di 2019. Ade Yasin telah membentuk tim transisi untuk menyelaraskan program dengan DPRD Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Tim transisi sudah mulai bekerja. Karena saya ingin program 2019 bisa di sinkronkan sejak sekarang,” terangnya.

Dengan begitu, ketika memimpin nanti, dirinya  bisa langsung bekerja untuk Kabupaten Bogor. Sebab jika tidak diselaraskan dari sekarang, programnya baru akan bisa terealisasi pada tahun anggaran 2020 mendatang.

“Jadi pas awal mimpin bisa langsung berlari bekerja untuk Kabupaten Bogor, jangan program 2019 baru bisa bekerja di 2020. Karena ini kan harus setahun sebelumnya, makanya tim kerja dari saat ini,” pungkas Ade Yasin.

Sebelumnya, calon wakil bupati Bogor Iwan Setiawan menjelaskan, tim transisi diterjunkan sejak awal sebab mereka belum dilibatkan dalam pembahasan APBD 2018. Di sisi lain, Iwan menargetkan semua program berjalan sejak awal 2019.

“Harus sudah jalan di 2019. Tim transisi untuk menyelaraskan apa yang sudah dibuat Pemkab Bogor untuk perencanaan pembangunan di tahun 2019. Bukan menambah program, tapi diselaraskan saja,” kata Iwan.(fin/c/sal)

Link Banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here