News, Sport and Lifestyle

Kuliner dan UMKM Rajai Bisnis di Bogor

METROPOLITAN – Berbisnis di Bogor memang menjadi hal yang cukup memiliki banyak peluang. Mulai dari bisnis di bidang kuliner, pariwisata dan masih banyak yang lainnya. Namun, dalam berbisnis pun memiliki banyak tantangan dan proses naik turun.

Koordinator Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Badan Kuliner (Bakul) Kota Bogor Devi Maharani menuturkan, untuk bisnis saat ini semua bidang memang sedang mengalami sedikit penurunan. Apalagi dalam bidang kuliner atau makanan, dengan hadirnya banyak kue artis di Kota Bogor ini cukup menambah persaingan dalam bidang kue basah. “Adanya tujuh kue artis di Kota Bogor ini jadi menambah persaingan untuk kue basah,” paparnya.

Namun, dengan adanya Badan Kuliner Bogor ini menjadi lebih terbuka informasi yang didapatkan oleh para pelaku usaha di bidang kuliner. Para pelaku usaha yang tergabung dengan Bakul Bogor sudah lebih dari 140 anggota. Untuk anggota Bakul ini diberi kemudahan dalam mendapatkan informasi dan kesempatan mengikuti pameran. Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Bogor memberi banyak peluang dan kesempatan untuk masuk ke toko oleh-oleh dan mall. “Sekarang di Transmart juga kan sudah ada space untuk Bakul Bogor. Dan di beberapa toko oleh-oleh pun sudah banyak tersebar. Kita juga untuk mengikuti pameran semakin mudah,” kata dia.

Untuk bisnis kuliner di Bakul terbagi dari lima koordinator diantaranya, snack, kue basah, minuman, bumbu atau sambal dan makanan basah. Namun, untuk yang paling banyak dan bisa dibilang sedang naik itu di snacknya karena bisa dibuat lebih kreatif dan kekinian. “Saat ini kan sedang ramai penjualannya melalui online, jadi memang kita harus membuat kemasan dengan semenarik mungkin tanpa menghilangkan kualitas rasa,” tuturnya.

Selain itu Wakil Ketua Kadin Kota Bogor Bidang Kontruksi Agus Lukman menuturkan, berbisnis yang paling aman untuk di Bogor ini merupakan bisnis yang bekerjasama dengan pemerintah. Selain itu geliat berbisnis harus ditunjang dengan infrastruktur yang baik. Sebanyak 300 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan berbagai macam bidang tercatat di Kadin Kota Bogor.

Lanjutnya, untuk bisnis yang sedang ramai saat ini masih dikuasai oleh home industri UMKM seperti alas kaki, tas, baju dan lain sebagainya. Sampai saat ini, Kadin telah mendata sebanyak 400 UMKM dari berbagai produk. Namun, permasalahannya masih di seputar modal dan marketing. Untuk permasalahan dalam marketing Kadin membantu dengan berbagai promo dan paneran di media sosil pun dilkukan.

“Misalnya ada 20 UMKM yang di promosikan dalam salah satu medsos yang suka mempromosikan. Memang harus ada momen seperti itu untuk promosi agar meningkatkan penjualan,” jelasnya.

Media online ini memang harus dihidupkan karena memang perlu. Perusahaan besar pun menggunakan media sosial, jadi untuk UMKM pun harus mengaktifkan media soasialnya untuk penjualan. “Bisa jualan lewat toko dan media online. Justru media online gaada pajak dan biaya apapun lagi. Sudah bisa berjualan dan memang untuk saat ini cukup banyak pembelinya melalui media online,” pungkasnya. (cr1/c/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *