METROPOLITAN – Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Bogor Tengah masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar Pemerintah Kota (Pemkot). Pemkot masih memaksimalkan tahapan sosialisasi kepada para PKL, yang direncanakan untuk relokasi ke Blok A dan B Pasar Kebonkembang.

Kepala Satpol PP Kota Bogor Hery Karnadi mengatakan, penataan PKL di sepanjang jalan penunjang jalur Sistem Satu Arah (SSA) memang membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Sebab, memindahkan para pedagang yang sudah nyaman dengan lapaknya ke tempat baru. “Saat ini masih fokus di sosialisasi kepada PKL. Sesuai tahapan rencana, karena diubah targetnya setelah Pilkada beres. Nah mudah-mudahan sosialisasi lancar dan Agustus bisa rampung,” ujarnya saat ditemui Metropolitan di Balai Kota, kemarin.

Kendala terbesar masih soal keberatan Down Payment (DP) untuk mengisi Blok A dan B sebagai tempat relokasi. Keinginan PKL untuk dapat DP 0 persen tentu sulit dikabulkan lantaran ada aturan properti. “Itu bukan punya Pemkot melainkan PT. Javana, ada aturan properti, gak bisa DP 0 persen. Nanti beberapa waktu kedepan akan rapat evaluasi lagi terkait perkembangan sosialiasi,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor Anas Rasmana mengakui pihaknya tidak bisa mengabulkan keinginan para pedagang yang menginkan DP 0 persen untuk bisa masuk ke Blok A ata B Pasar Kebonkembang. Menuturnya, DP 10 persen yang ditawarkan sudah hasil lobi yang panjang dari pemkot, untuk bisa ‘merayu’ pengelola gedung agar mau memberikan keringanan dan prioritas bagi PKL eksising yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor.

“Tidak bisa dikabulkan semuanya, termasuk dana untuk uang muka dan cicilan. Nilai ini sudah berkurang dari kebijakan awal, yakni 20 persen. Untuk sebuah properti, pengurangan sebesar itu sudah sangat bagus. Artinya DP 0 persen itu tidak bisa,” kata Anas.

Tercatat, ada 366 PKL yang bakal direlokasi ke Blok A dan B Pasar Kebonkembang dengan kemudahan biaya sewa.Keringanan tersebut khusus diberikan bagi PKL di Jalan Dewi Sartika yang ingin pindah dan memenuhi syarat administrasi dan membayar uang muka 10 persen, serta mencicil sisa uang sewa selama 5 tahun. “Ini kesempatan langka,” terangnya.

Dia mengatakan, dari data yang ada, PKL di sepanjang jalan Dewi Sartika ada 90 pedagang pakaian tekstil, 93 PKL elektronik dan handphone, 120 PKL sepatu sendal, dan 63 PKL campuran. Total ada 366 PKL yang terdata, sedangkan kios yang tersedia berjumlah 414. Dengan surplus kios tersebut, otomatis tidak ada PKL terdata yang tidak akan kebagian kios.

“Skema penataan PKL yang berjualan di sepanjang Jalan Dewi Sartika, ke Blok A dan B Pasar Kebonkembang, dengan opsi biaya sewa kios rata-rata Rp20 juta permeter kepada PT. Javana, jauh dari harga yang ada sebelumnya,” ungkapnya.

Anas menambahkan, jumlah sewa kios Blok A pun sudah mengedepankan asas seminimal mungkin. Sebab, awalnya harga sewa di Blok A dihargai hampir Rp50 juta permeter. Setelah Dinas Koperasi dan UMKM melakukan negoisasi sedemikian rupa dengan PT Javana, sebagai pemilik Blok A. Hingga setuju di angka Rp20 juta permeter. (ryn/c/mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here