METROPOLITAN – Permasalah e-KTP masih membelenggu masyarakat Kabupaten Bogor, salah satunya Andri Juanda warga Desa Dukuh, Kecamatan Cibungbulang mengeluhkan proses perbaikan e_ktp yang molor.  Padahal, dirinya sudah mengajukan perbaikan salah nama di KTP ke Kecamatan Cibingbulang sejak tahun 2016, hingga kini belum juga beres.

Warga Desa Dukuh, Andri mengaku, persyaratan perbaikan e-KTP sudah lengkap dari mulai KK, e KTP lama dan Ijasah sudah di serahkan ke Kecamatan sejak tahun 2016. Sayangnya, hingga kini belum juga jadi.

“Saat di tanyakan ke staf Kecamatan ia cutek banget, dan hanya bilang kerjaan saya banyak dan tidak bisa di cek satu persatu,”ucapnya.

Ia menambahkan, saat pengajukan perbaikan e KTP berbarengan dengan  KTP milik sang istri. Namun, yang sudah jadi baru milik Istrinya saja. Selama belum memiliki e-KTP, sudah tiga kali ganti Suket di karnakan waktu yang sudah habis.

“e -KTP kebutuhan yang sangat urgen, kalau harus menunggu lama menyulitkan juga, terlebih tidak semua intansi menerima Suket yang menjadi KTP semetara,” bebernya.

Terpisah, Kepala Seksi Identitas Penduduk pada Disdukcapil Kabupaten Bogor Indah Handayani mengatakan, untuk pengajuan e-KTP yang masih tahap perbaikan memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Pihaknya saat ini lebih memprioritaskan yang masuk dalam PRR, atau pembuatan e-KTP yang baru.

“Stok blacok e-KTP dari pusat terbatas, sehingga prosesnya lama, ” katanya.

Ia menambahkan,pembuatan Kartu Keluarga (KK) dan KTP-el semuanya gratis. Terkadang masyarakat malas mengurus sendiri ataupun tidak ada waktu, akhirnya memilih lewat perantara. Jika sudah lewat perantara, tentunya ada biaya ongkos pengurusan atau biasa disebut uang bensin.

“Banyak hal yang dirugikan jika lewat perantara. Selain pakai uang, ketika ada perubahan data pengisiannya, kebanyakan perantara asal nembak, tidak valid. Akhirnya di kemudian hari harus direvisi lagi datanya,” tukasnya. (ads/b/yok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here