METROPOLITAN – Saling lapor antar tetangga kerap terjadi. Hal ini membuat harmonisasi antar warga makin renggang. Sebagai mana dialami keluarga Ujang (40) warga Kampung Gunung Sumping RW 15, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. “Saya kaget dan syok putra sulung saya dilaporkan tetangganya dalam sebuah kasus kehilangan sepeda motor. Padahal anak saya tidak mungkin melakukan perbuatan konyol sebagaimana dituduhkan tetangganya KL, ” kata Ujang.

Menurut Ujang, dengan adanya laporan sepihak yang tidak didukung fakta hukum menjadi petaka bagi keluarganya. Apalagi putranya itu sedang menimba ilmu di Pondok Pesantren. “Dampak psikoligi yang timbul menjadi minder dan ngurung terus di rumah,” paparnya.

Kondisi yang dialami anaknya saat ini disebabkan karena dampak lingkungan sekitar yang telah memvonis secara hukum sosial. Guna mencari keadilan, Ujang mengaku melaporkan balik KL ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Sukabumi. “Laporannya sedang ditangani Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sukabumi. Terlapor KL dan sejumlah saksi sudah dimintai keterangan,” kata Ujang yang saat itu didampingi pengacaranya Castrio Panji Indra.

Pengacara Castrio menyampaikan bahwa kliennya semula dilaporkan, kini melaporkan balik KL atas perbuatan melawan hukum. “Perlu adanya pendampingan hukum bagi warga, disamping penyuluhan hukum secara terpadu bagi masyarakat. Jangan sampai kasus seperti ini berdampak psikologi bagi korban yang masih di bawah umur baik di lingkungan tetangga maupun lingkungan yang lebih luas,” tegasnya. (sop/hep/ram)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here