Stadion Pajajaran Belum Rampung

by -

METROPOLITAN – Wali Kota Bogor Bima Arya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Stadion Pajajaran, Kecamatan Tanahsareal, kemarin (19/7) siang. Bima melihat kesiapan stadion yang bakal digunakan sebagai tempat latihan tim sepakbola peserta even empat tahunan, Asian Games 2018, Agustus mendatang.

Ia mengecek beberapa bagian stadion yang sedang diperbaiki, seperti perkembangan rumput lapangan, tiang gawang, tribun, hingga ruang ganti dan kamar mandi pemain. “Setelah rumput lapangan sudah siap, kontraktor selesai, rencananya ada serah terima di awal Agustus. Hingga saat ini, rumput sudah bagus, tinggal memasang gawang, dua hari. Lanjut perapihan,” kata Bima saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Setelah serah terima, akan dilanjutkan dengan merapihkan kursi tribun dan rumput liar di sekitar stadion. Kemudian memperbaiki jogging track atau lintasan lari yang ada di dalam stadion. “Meski tribun belum maksimal, baru kamar mandi yang benar-benar siap pakai. Sementara ini untuk latihan tim Asian Games, sudah siap,” ucapnya.

Selain itu, Bima pun direncanakan membawa torch relay atau obor Asian Games bersama atlet dan masyarakat pada 14 Agustus mendatang. “Belum ada informasi dari inasgoc. Terakhir sih nanti lari bawa obor, SSA, muter istana. Lalu api semalam di Balai Kota. Saya membawa sama atlet-atlet dan warga,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor Eko Prabowo menambahkan, untuk latihan tim sepakbola peserta Asian Games yang bermain di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, ada di zona 1, yakni Stadion Persikabo dan Stadion Pajajaran. Namun dari kedua stadion tersebut, Stadion Pajajaran dianggap paling siap. “Jenisnya kan rumput bermuda. Bersyukur Kota Bogor curah hujannya rutin, jadi rumputnya tumbuh bagus. Kami tidak pakai air PDAM, tapi pakai air tanah (untuk penyiraman),” papar Danjen, sapaan karibnya.

Danjen menjelaskan, hingga kini progres perbaika lapangan stadion Pajajaran sudah mencapai 95 persen, dan tinggal finishing memasangkan gawang dan garis lapangan. Pihaknya mengaku belum bisa berbuat lebih banyak karena saat ini pengerjaan dibawah Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). “Nanti setelah serah terima, baru kami akan bekerja merapihkan. Termasuk soal tribun, yang sudah uzur, karena tidak ada perbaikan sejak 1992. Rawan juga. Nah selanjutkan nanti mudah-mudahan ada pendanaan untuk lintas lari,” tuntasnya. (ryn/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *