Susu Rijek Penyebab Bau di PT Indolakto

by -

METROPOLITAN – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi Abdul Qodir menegaskan bakal menindaklanjuti persoalan keluhan warga Kampung Sindangpalay, RT 06/06, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, terhadap PT Indolakto. Ia mengaku setelah mendengar informasi dari warga, beberapa petugas DLH langsung diterjunkan ke lapangan. “Tim DLH dipimpin Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL) melakukan verifikasi ke lapangan,” ujar Abdul Kodir saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pribadinya, kemarin.

Tahapan awalnya, jelas Kodir, petugas melakukan pengecekan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di perusahaan yang berlokasi di wilayah Cicurug itu. “Tim mencari sumber yang menimbulkan aroma bau dan lain-lainnya,”jelasnya.

Ketika dikonfirmasi, Kepala P2KL Suhebot Ginting mengatakan bahwa bau yang timbul dari pabrik itu bermula ketika Ramadan kemarin bertambah susu yang rijek dan dibuang ke IPAL sehingga menambah beban. Banyaknya produk susu yang rijek mengakibatkan lemak mengandung asam sehingga menimbulkan bau.

Bahkan dalam verifikasi lapangan ke Indolakto, tidak ada temuan yang terjadi. “Kami sarankan agar menanggulangi dari segi teknis dan melakukan pengujian secara berkala setiap minggu melalui hasil laboratorium. Apakah dari Bogor atau dari mana, itu terserah pihak perusahaan,”pintanya.

Jika bau itu tidak bisa dihindari karena dari produk yang rijek, DLH belum bisa memberi sanksi karena ini bukan kesalahan yang terus-menerus. Bahkan manajemen sudah tahu. “Kami sarankan dalam sebulan ini untuk mengambil uji sempel bebauan di sekitar masyarakat,”ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, akibat bau limbah menyengat yang muncul dari PT Indolakto, puluhan warga Kampung Sindangpalay, RT 06/06, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, yang terdiri dari ibu-ibu serta anak-anak, menggeruduk kantor perusahaan tersebut, kemarin. Sebab, bau yang menyengat itu tercium sejak tiga bulan terakhir.

Seluruh warga Sindangpalay setiap hari terpaksa menghirup aroma tak sedap yang muncul dari kawasan industri di Jalan Raya Siliwangi Pasawahan, Kecamatan Cicurug. “Kalau boleh bilang jujur, sejak berdirinya PT Indolakto, bau seperti sudah terjadi. Warga sering demo namun tidak ada solusinya sampai sekarang,” kata salah seorang warga sekitar, Desi.

Menurut Desi, warga sekitar merasa tak nyaman karena polusi udara yang ditimbulkan dari limbah produksi PT Indolakto. “Jadi aksi spontanitas warga hari ini yakni menuntut agar pihak perusahaan melakukan upaya mengatasi bau tak sedap dari limbah tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, warga menuntut pihak perusahaan menerima tenaga kerja dari warga lingkungan sekitar pabrik untuk menjadi karyawan. “Jangan sampai mayoritas pekerja yang ada di perusahaan tersebut berasal dari masyarakat luar, bukan warga Sindangpalay,”tutupnya. (lan/ram/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *