CIGUDEG– Jalan tanjakan Cipanganten yang lokasinya di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, merupakan salah satu jalan yang rawan kecelakaan. Jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Cigudeg dan Sukajaya ini, pernah merenggut korban jiwa. Bahkan, warga sekitar menyakini tanjakan ini merupakan tempat berkumpulnya mahluk halus yang sering meminta tumbal.

Pantauan dilokasi, kondisi jalan yang menanjaka dan sempit, hingga jalan yang berlubang semakin menambah kesan angker dan begitu berbahaya untuk dilintasi pengendara. Terlebih, tingkat kemiringan tanjakan ini membuat pengendara harus berhati-hati dalam memacu kendaraannya. Hal itu pun semakin menguatkan pemikiran orang bahwa jalan ini memang terkenal sangat angker.

Lili (50) salah seorang warga Sukajaya mengaku, tidak heran jika di Tanjakan Cipanganten ini sering menelan korban jiwa.

“Sejauh ini memang sering terjadi kecelakaan lalu lintas di tanjakan tersebut. Selain jalannya sempit dan curam, kondisi jalan juga sudah rusak parah,” ujarnya.

Menurut Lili, berdasarkan kabar yang berhembus dimasyarakat, bahwa tanjakan ini merupakan tempat berkumpulnya makhluk halus alias Jin. Dan terkadang, mereka sering menampakkan diri dan mengganggu para pengendara yang melintas, terutama pada waktu menjelang dzuhur dan maghrib.

“Warga sini sudah pada tahu, jadi dalam waktu-waktu tertentu jarang ada yang berani melewati jalan ini. Apalagi ditambah saat turun hujan, selain jalan menjadi licin, juga kabut kerap menyelimuti kawasan tersebut,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada para pengendara yang melintasi tanjakan Penganten supaya tetap berhati-hati dan selalu waspada

“Saya hanya menghimbau kepada pengendara untuk berhati-hati dan selalu waspada, karena medan jalan di kawasan tersebut memang rawan kecelakaan, lokasinya cukup ekstrim,” kata dia.

Menanggapi hal ini, Tokoh Masyarakat Sukajaya Ruswandi mengatakan, Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Sukajaya bersama warga lah yang membangun Jalan Tanjatan Cipanganten secara swadaya. Dan untuk pendanaanya sendiri, iuran warga dan pemerintah desa di seluruh Kecamatan Sukajaya.

“Ini semua murni dari kades dan warga, sedangkan pemerintah daerah terkesan acuh,” bebernya.

Ruswandi mengaku, sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh jajaran paguyuban Kepala Desa di Sukajaya dan masyarakat.(khr/b/yok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here