Warga memilih telur yang dijual pedagang di pasar Mardika Kota Ambon, Maluku, Kamis (5/6). Harga telur ayam di Ambon 80 persen telur ayam yang dipasok dari Surabaya dan Makassar, mulai naik menjelang bulan Ramadhan dari Rp1.100/butir menjadi Rp1.300/butir. FOTO ANTARA/ Jimmy Ayal/ed/ama/14.

CITEREUP – Harga telur ayam di Pasar Citereup rupanya menembus harga Rp 30 ribu/ kg nya. Kenaikan harga telur ayam yang tak terkendali ini membuat para pedagang dan konsumen menjerit, dan tentu membuat masyarakat bertanya-tanya tentang kinerja pemerintah.

Saleh salah seorang pedagang telur mengatakan, harga daganganya ini terus meroket setelah lebaran apalagi dalam seminggu terakhir. Untuk hari ini, pedagang menjual telur dengan harga Rp 30 ribu, padahal sebelumnya cuma Rp 20 ribu.

“Peningkatan harga telur ini membuat kami semakin merugi,  untuk hari ini pedagang menjual telur dengan harga Rp 30.000 per Kg.

“Sebelumnya hanya dijual Rp 20.000 hingga Rp 22.000 per Kg, sekarang saya jual Rp 30.000 per Kg.

Menurutnya, kenaikan harga telur ini sudah terjadi di tingkat distributor dan ini seperti ada yang memainkan harganya.

“Saya memprediksi harga telur masih akan naik hingga Rp 35 ribu/kg,  apabila pemerintah lamban menangani kenaikan harga telur yang terus meroket,” jelasnya.

Hal senada dikatakan, Suroto yang merupakan pedagang nasi dan mie goreng di Citereup. Ia mengatakan, bahwa kenaikan harga telur membuat keuntungannya semakin sedikit. Dan jika dirinya menaikan harga jual makanan, maka sudah pasti akan kehilangan pelanggan.

“Ini harga terlur naiknya nggak kira-kira, masa semua barang naik. Pemerintah bagaimana sih kerjanya,” cetusnya.(tri/b/yok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here