Warga Enggan Mengadu ke Anggota Dewan

by -

METROPOLITAN – Keberadaan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkadang bagi sebagian masyarakat awam tidak memahami tugas dan fungsinya. Mereka hanya mengetahui jabatan anggota dewan sangat penting,sehingga tak jarang masyarakat sangat segan dan enggan mendekat.

Seperti yang terjadi pada pembongkaran sejumlah kios dan rumah untuk pembangunan Jembatan Gadog. Masyarakat terlihat bingung harus mengadukan nasibnya pada siapa.Tanah yang dipergunakan untuk membangun jembatan tersebut memang milik negara,sehingga tidak ada ganti rugi sama sekali. Padahal,warung yang terkena bongkar tersebut adalah sumber mencari nafkah bagi warga.

Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil 3 Slamet Mulyadi mengaku prihatin. Seharusnya masyarakat tahu bahwa anggota dewan adalah tempat warga menyampaikan aspirasi,baik bagi warga yang memilihnya ataupun tidak. “Siapapun dewannya,kalau memang ada masalah yang dihadapi masyarakat bisa menampung aspirasinya dan mencarikan solusi,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, bagi warga yang warungnya terkena pembongkaran pembangunan Jembatan Gadog,seharusnya bisa menyampaikan keluhan itu kepada anggota dewan. “Meskipun itu lahan Negara,kan bisa dicari solusinya,dengan pemborong misalnya,bisa berkomunikasi,” tutur dia lagi.

Jangan sampai, lanjutnya, sebuah pembangunan malah menjadi masalah bagi warga. “Contoh saja,seperti yang terjadi di Puncak, beberapa lapak ada yang terpaksa dibongkar untuk jalan masuk alat berat. Karena kepentingan alat berat itu jelas untuk membangun tebingan yang longsor,maka mau tidak mau beberapa warung memang harus dibongkar,” ungkapnya.(ash/b/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *