Link Banner

METROPOLITAN – Pemilihan legislatif (pileg) 2019 dipastikan keterwakilan perempuan di 15 partai politik (parpol) di Kota Bogor memenuhi kuota 30 persen. Dari 672 bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang lolos verifikasi berkas, ada 243 perempuan dengan persentase 36,16 persen.

Sedangkan jumlah bacaleg laki-laki ada 429 orang. Tentunya persaingan dalam memperebutkan 50 kursi DPRD Kota Bogor bakal berlangsung ketat.

MenangGapi hal tersebut, bacaleg incumbent dari Dapil Timur- Tengah PDI Perjuangan Kota Bogor, Atty Somanddikarya, mengaku sangat mengapresiasi banyaknya bacaleg perempuan yang terjun di politik aktif menuju parlemen Kota Bogor. Hal itu membuktikan bahwa perempuan merupakan bagian dari sebuah sistem di mana perempuan bisa menentukan arah kebijakan yang pro rakyat.

Karena itu ia berharap lebih banyak kader perempuan yang menjadi anggota DPRD hingga tembus angka 50 persen keterwakilan perempuannya. ”Dengan banyak kader perempuan yang maju di pileg 2019, bagi saya perempuan bukan pesaing tetapi anugerah bagi dunia politik di Indonesia,” ujarnya.

Terpisah, Komisioner KPU Kota Bogor Divisi Hukum Siti Natawati mengatakan, dari hasil verifikasi berkas bacaleg di pileg 2019, ada 243 perempuan dan 429 laki-laki dengan total 672 orang. Pendaftaran awal semua parpol memenuhi kuota minimal 30 persen keterwakilan perempuan. Jika berkaca pada pileg 2014, caleg yang mendaftar ke KPU Kota Bogor ada 512 caleg, yang terdiri dari 320 caleg laki-laki dan 192 caleg perempuan.

Ada peningkatan jumlah caleg karena ada penambahan lima kursi DPRD kota, dari sebelumnya 45 kursi sekarang menjadi 50 kursi DPRD Kota Bogor. ”Ini membuktikan bahwa animo perempuan ikut nyaleg di periode ini terbilang sangat tinggi. Atau sudah melebihi batas minimal dari kuota yang telah ditetapkan,” kata Siti.

Secara keseluruhan, lanjut Siti, dari 15 parpol, KPU Kota Bogor menyatakan persyaratan minimal 30 persen keterwakilan perempuan sudah terpenuhi. Di pileg 2018, jumlah keterwakilan perempuan ada 234 orang dan di 2019 ada 192 orang. ”Kami harap komposisi 30 persen keterwakilan perempuan tetap bertahan, bahkan bisa lebih sampai pemilihan umum,” pungkasnya. (ads/b/sal/run)

Link Banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here