Awas! 10 Kecamatan Rawan Rabies

by
Waspada Anjing Rabies : Petugas Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon mengecek anjing di Jalan Akses Tol Merak, atau tepatnya di Cikuas Atas, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, kemarin. Pengecekan ini untuk mengantisipasi penyakit rabies. Doni Kurniawan/Banten Raya

METROPOLITAN – Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya ada sepuluh kecamatan yang tergolong rawan rabies. Bahkan pada 2018 ini terbilang baru ditemukan kembali adanya temuan penyakit yang ditularkan hewan ke manusia atau zoonosis itu.

Kepala Disnak Kabupaten Sukabumi Iwan Karmawan menyebutkan kesepuluh kecamatan yang masuk rawan rabies itu yakni Kecamatan Cidolog, Jampang Tengah, Cikembar, Cisolok, Cimanggu, Tegalbuleud, Purabaya, Curugkembar, Nyalindung dan Gegerbitung. “Salah satu alasan lainnya yaitu jumlah populasi di kecamatan-kecamatan tersebut cukup tinggi dan kasus gigitan hewan pun sering rerjadi,” jelasnya kepada Metropolitan.

Pada 2018, kasus rabies tercatat sebanyak 40 kasus yang tersebar di 20 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, dengan jumlah korban 46 orang dengan tiga kasus positif. “Dari tiga kasus itu terjadi di Kecamatan Nyalindung dua kasus dan Kecamatan Cikembar satu kasus,” katanya.

Iwan mengaku kasus penyakit rabies itu juga bisa disebut baru terjadi lagi setelah sekian lama tidak pernah ditemukan. Bahkan sudah hampir sepuluh tahun lalu dan saat ini kembali terjadi. “Terakhir kasus itu pada 2008 dengan delapan kasus. Korban gigitan waktu itu mencapai 206 orang dan meninggal tiga orang,” paparnya.

Karena itu, pihaknya segera mengambil langkah antisipasi atau pengendalian penyakit rabies dengan berbagai upaya dan program yang digulirkan. “Salah satunya yakni pengembangan kader siaga rabies (kasira),” ujarnya.

Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Kertaraharja Yunyun Zieni Arief mengatakan, Kecamatan Cikembar masuk daerah rentan penyebaran penyakit rabies. Bahkan pada 2017, terdapat empat warga Desa Kertaraharja yang menjadi korban gigitan anjing rabies.

“Pada satu pekan terakhir, seorang warga Kampung Cibodas, RT 04/03, Desa Kertaraharja, yang bernama Pak Endut Sujana (81), telah digigit anjing peliharaannya saat ia memberi makan. Alhamdulillah petugas desa dan Puskesmas Cikembar sigap dan mendatangi lokasi saat peristiwa tersebut, sehingga dapat tertolong,” beber Yunyun.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus rabies, ia meminta peran seluruh stakeholder segera melaporkan kepada pemerintah desa apabila di wilayahnya ada korban gigitan anjing. “Hal ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga,” imbuhnya.

Petugas Pemegang Kasus Gigitan Hewan Menular Rabies Puskesmas Cikembar, Reksa Saputra, mengatakan bahwa saat korban digigit anjing, pihaknya langsung menuju lokasi kejadian dan membawanya ke Klinik 24 Jam Cibodas, Desa Kertaraharja. “Saat itu kami langsung melakukan tindak pencucian luka beserta memberikan vaksinasi,” jelasnya.

Setelah dibawa berobat ke klinik tersebut, lanjut Reksa, korban harus melakukan pengobatan secara teratur sesuai jadwal yang sudah ditentukan. “Jika sudah lima hari ia menjalani berobat jalan, pada hari ketujuhnya ia harus divaksinasi kembali. Setelah itu pengobatan terakhirnya ia harus datang kembali pada hari ke-21 untuk disuntik vaksin. Semua ini harus dilakukan terjadwal untuk membunuh dugaan virus rabies akibat gigitan anjing itu,” ungkapnya. (lan/hep/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *